Terus Tertundanya Rekonstruksi Pasca Perang Perparah Penderitaan Warga Gaza

Rabu, 18 Agustus 2021 - 06:11 WIB
loading...
Terus Tertundanya Rekonstruksi...
Ilustrasi
A A A
GAZA - Seperti ratusan warga Palestina lainnya di Jalur Gaza yang diblokade Israel, Ibrahim Skaik telah kehilangan tempat tinggal sejak apartemennya dihancurkan oleh serangan udara Israel. Apartemen Skaik adalah satu dari banyak bagunan yang hancur perang antara Israel dan Hamas pada Mei lalu.

Pada bulan April, ketegangan meningkat di Yerusalem Timur dan kemudian menyebar ke Tepi Barat, dan Jalur Gaza pada bulan Mei. Ketegangan dipicu oleh keputusan pengadilan Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah.

Baca: Jihad Islam: Pejuang Kami Siap Pertempuran Baru Pertahankan Yerusalem

Pada 10 Mei, Israel melancarkan serangan udara skala besar ke Jalur Gaza, setelah gerilyawan yang dipimpin oleh Hamas, menembakkan rentetan roket ke Israel. Baku tembak berlangsung 11 hari, hingga Mesir menengahi gencatan senjata antara kedua belah pihak. Lebih dari 250 warga Palestina dan 13 warga Israel tewas dalam pertempuran itu.

Kerusakan bangunan dan infrastruktur juga terjadi di Gaza. "Gelombang ketegangan antara faksi-faksi Palestina dan Israel berakhir lebih dari dua bulan lalu, tetapi kami masih mengungsi dan tinggal di apartemen sewaan," kata Skaik seperti dilansir Xinhua.

"Proses rekonstruksi di Gaza tidak jelas. Pemilik rumah yang hancur khawatir, sebab baik pemerintah maupun badan bantuan internasional tidak memiliki visi yang jelas tentang rekonstruksi," sambungnya.

Pria berusia 35 tahun itu mengeluhkan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, terlebih dia sudah kehilangan semua barang dan perabotan mereka. Dia mengungkapkan harapan bahwa rekonstruksi dapat segera dimulai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved