Taliban Berkuasa, Biden Salahkan Pemimpin dan Tentara Afghanistan

Selasa, 17 Agustus 2021 - 17:57 WIB
loading...
Taliban Berkuasa, Biden...
Presiden AS Joe Biden membela keputusannya untuk menarik pasukan dari Afghanistan. Foto/WSJ
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membela keputusannya untuk menarik pasukan dari Afghanistan . Menurutnya tidak ada waktu yang tepat untuk menarik diri dari perang terpanjang AS sambil menunggu pasukan Afghanistan mampu dan siap untuk menghadapi Taliban .

“Pasukan Amerika tidak bisa dan tidak seharusnya berperang dalam perang dan mati dalam perang yang pasukan Afghanistan tidak mau berperang untuk diri mereka sendiri,” katanya seperti dikutip dari France24, Selasa (17/8/2021).

Biden mengatakan bahwa dia berdiri "tepat di belakang" keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan meskipun gambar-gambar kekacauan di Kabul memperlihatkan batas-batas kekuasaan AS dan menjerumuskannya ke dalam krisis terburuk kepresidenannya.

Biden, yang menolak kritik keras terhadap kebijakan Afghanistannya dari anggota parlemen Partai Republik dan Demokrat, beberapa mantan jenderal dan kelompok hak asasi manusia, dengan tegas membela penarikannya dari perang 20 tahun yang berlangsung melalui empat kepresidenan.

"Saya berdiri tegak di belakang keputusan saya," kata Biden dalam pidato yang disiarkan televisi di Gedung Putih.

"Setelah 20 tahun, saya telah belajar dengan cara yang sulit bahwa tidak pernah ada waktu yang tepat untuk menarik pasukan AS. Itu sebabnya kami masih di sana," sambungnya.

Baca juga: Duduki Istana Presiden, Taliban: Perang Afghanistan Berakhir

Biden juga mengatakan keputusannya adalah hasil dari komitmen yang dia buat kepada pasukan Amerika bahwa dia tidak akan meminta mereka untuk terus mempertaruhkan hidup mereka untuk perang yang seharusnya sudah berakhir sejak lama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved