Deklarasikan Amnesti, Taliban Desak Kaum Perempuan Gabung Pemerintahan

Selasa, 17 Agustus 2021 - 16:54 WIB
loading...
A A A
Stasiun TV terkemuka Afghanistan, Tolo News, pada hari Selasa menyiarkan program berita dengan pembawa berita perempuan yang mewawancarai seorang anggota tim media Taliban. Sejumlah anchor berita perempuan Afghanistan telah berhenti mengudara sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban pada hari Minggu ketika kota itu mundur karena terkejut atas situasi yang berubah dengan cepat di lapangan.

Sementara itu, pembicaraan tampaknya terus berlanjut antara Taliban dan beberapa pejabat pemerintah Afghanistan, termasuk mantan presiden Hamid Karzai dan Abdullah Abdullah, yang pernah mengepalai dewan perunding negara itu. Presiden Ashraf Ghani sebelumnya melarikan diri dari negara itu di tengah kemajuan Taliban dan keberadaannya masih belum diketahui.

Baca juga: Ghani Ungkap Alasan Tinggalkan Afghanistan Saat Taliban Masuki Kabul

Seorang pejabat yang mengetahui langsung pembicaraan tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk memberi tahu wartawan, mengatakan pemimpin senior Taliban Amir Khan Muttaqi telah tiba di Kabul dari Qatar. Muttaqi adalah mantan menteri pendidikan tinggi selama pemerintahan terakhir Taliban. Muttaqi telah mulai melakukan kontak dengan para pemimpin politik Afghanistan bahkan sebelum Ghani melarikan diri.

Penerbangan evakuasi dilanjutkan pada Selasa pagi setelah penangguhan sehari sebelumnya ketika orang-orang memadati landasan pacu, mencoba melarikan diri dari pengambilalihan Taliban.

Setelah adegan kacau pada hari Senin di bandara Kabul, banyak warga Afghanistan yang bekerja dengan kedutaan besar AS, Prancis dan negara Barat lainnya serta LSM tinggal di rumah menunggu kabar tentang rencana evakuasi.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved