Inilah Tujuh Calon Perdana Menteri Malaysia Baru, Para Senior Bertarung Lagi
Selasa, 17 Agustus 2021 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Hishammuddin Hussein, 60, adalah menteri luar negeri di kabinet Muhyiddin dan baru-baru ini menjadi berita utama karena memanggil duta besar China untuk memprotes penerbangan dengan pesawat angkatan udara di atas Laut China Selatan yang menurutnya melanggar wilayah udara dan kedaulatan Malaysia.
Dia juga menjadi menteri senior yang mengawasi keamanan pada Juli ketika Muhyiddin berusaha menopang dukungan dari UMNO.
Sebagai putra tertua dari perdana menteri ketiga Malaysia, Hishammudin tetap populer di UMNO dan menjadi wajah publik negara itu dalam pencarian penerbangan Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014.
Keenam, Anwar Ibrahim
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, 74, sejauh ini gagal menunjukkan dia dapat memimpin mayoritas meskipun berulang kali mengajukan tawaran untuk jabatan puncak.
Pernah menjadi bintang yang sedang naik daun di UMNO dan mantan wakil perdana menteri, Anwar Ibrahim dipandang sebagai penerus Mahathir pada 1990-an sebelum dia dipecat setelah krisis keuangan Asia dan dipenjara karena tuduhan sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan. Tuduhan itu dia bantah .
Dia dihukum pada 2014 atas tuduhan sodomi berikutnya dan dipenjara lagi pada 2015 ketika bandingnya ditolak.
Partai Anwar bergabung dengan Mahathir untuk merebut kekuasaan dari UMNO dalam jajak pendapat 2018 untuk membentuk pemerintahan, yang mengarah pada pengampunan pemimpin oposisi dan pembebasan dari penjara.
Namun, aliansi dan pemerintah terurai tahun lalu ketika Mahathir berulang kali menunda keputusannya berjanji akan menyingkir bagi Anwar untuk menjadi perdana menteri.
Ketujuh, Mahathir Mohammad
Negarawan senior Malaysia, Mahathir Mohamad, 96, mengatakan dia tidak tertarik menjadi perdana menteri untuk ketiga kalinya.
Sebaliknya, dia telah mengusulkan untuk memimpin dewan yang terdiri dari anggota parlemen dari seluruh spektrum politik yang dapat memerintah negara itu sampai pemerintah baru dapat ditunjuk.
Meskipun Mahathir sekarang memimpin partai yang hanya terdiri atas lima anggota parlemen (termasuk dirinya dan putranya) di bangku oposisi, dia tetap berpengaruh berdasarkan pengalaman dan waktu berkuasa, pertama di UMNO dan kemudian di partainya sendiri.
Selama 22 tahun pertamanya menjabat, Mahathir memiliki ketertarikan pada proyek-proyek ambisius seperti gedung perkantoran tertinggi di dunia saat itu dan bandara terbesar di Asia Tenggara.
Pada 2018, dia memimpin kampanye pemilu yang menggulingkan koalisi pimpinan UMNO untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, dan membantu membawa lusinan tuntutan pidana terhadap Najib dan Ahmad Zahid.
Dia juga menjadi menteri senior yang mengawasi keamanan pada Juli ketika Muhyiddin berusaha menopang dukungan dari UMNO.
Sebagai putra tertua dari perdana menteri ketiga Malaysia, Hishammudin tetap populer di UMNO dan menjadi wajah publik negara itu dalam pencarian penerbangan Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014.
Keenam, Anwar Ibrahim
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, 74, sejauh ini gagal menunjukkan dia dapat memimpin mayoritas meskipun berulang kali mengajukan tawaran untuk jabatan puncak.
Pernah menjadi bintang yang sedang naik daun di UMNO dan mantan wakil perdana menteri, Anwar Ibrahim dipandang sebagai penerus Mahathir pada 1990-an sebelum dia dipecat setelah krisis keuangan Asia dan dipenjara karena tuduhan sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan. Tuduhan itu dia bantah .
Dia dihukum pada 2014 atas tuduhan sodomi berikutnya dan dipenjara lagi pada 2015 ketika bandingnya ditolak.
Partai Anwar bergabung dengan Mahathir untuk merebut kekuasaan dari UMNO dalam jajak pendapat 2018 untuk membentuk pemerintahan, yang mengarah pada pengampunan pemimpin oposisi dan pembebasan dari penjara.
Namun, aliansi dan pemerintah terurai tahun lalu ketika Mahathir berulang kali menunda keputusannya berjanji akan menyingkir bagi Anwar untuk menjadi perdana menteri.
Ketujuh, Mahathir Mohammad
Negarawan senior Malaysia, Mahathir Mohamad, 96, mengatakan dia tidak tertarik menjadi perdana menteri untuk ketiga kalinya.
Sebaliknya, dia telah mengusulkan untuk memimpin dewan yang terdiri dari anggota parlemen dari seluruh spektrum politik yang dapat memerintah negara itu sampai pemerintah baru dapat ditunjuk.
Meskipun Mahathir sekarang memimpin partai yang hanya terdiri atas lima anggota parlemen (termasuk dirinya dan putranya) di bangku oposisi, dia tetap berpengaruh berdasarkan pengalaman dan waktu berkuasa, pertama di UMNO dan kemudian di partainya sendiri.
Selama 22 tahun pertamanya menjabat, Mahathir memiliki ketertarikan pada proyek-proyek ambisius seperti gedung perkantoran tertinggi di dunia saat itu dan bandara terbesar di Asia Tenggara.
Pada 2018, dia memimpin kampanye pemilu yang menggulingkan koalisi pimpinan UMNO untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, dan membantu membawa lusinan tuntutan pidana terhadap Najib dan Ahmad Zahid.
(sya)
Lihat Juga :