Menhan Inggris Sebut Perjanjian AS-Taliban sebagai Kesepakatan Busuk

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:44 WIB
loading...
Menhan Inggris Sebut...
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace menyebut perjanjian Amerika Serikat (AS) dan Taliban sebagai kesepakatan busuk. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace menyebut perjanjian Amerika Serikat (AS) dan Taliban sebagai kesepakatan busuk. Ini adalah kritikan terbaru yang dilontarkan Wallace terhadap perjanjian yang menjadi dasar penarikan pasukan AS dari Afghanistan itu.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan Sky News, Wallace keputusan AS untuk menarik pasukannya keluar dari Afghanistan adalah "kesalahan," yang telah memberikan "momentum" kepada Taliban di negara itu.

"Pada saat kesepakatan (Donald) Trump dengan, jelas Taliban, saya merasa itu adalah kesalahan untuk melakukannya dengan cara itu. Kita semua, di komunitas internasional mungkin akan membayar konsekuensi dari itu," kata Wallace. Baca juga: Inggris Nyatakan akan Kerahkan Pasukan ke Afghanistan Jika Al-Qaeda Kembali Muncul

"Saya sudah cukup blak-blakan tentang hal itu di depan umum dan itu hal yang cukup langka ketika menyangkut keputusan AS tetapi secara strategis itu menyebabkan banyak masalah dan sebagai komunitas internasional, sangat sulit untuk apa yang kita lihat hari ini," sambungnya.

Berbicara tentang penarikan pasukan Inggris dari negara itu, Wallace mengatakan Inggris tidak punya pilihan selain menarik pasukannya, karena masyarakat internasional harus bertindak bersama.

"Ketika AS sebagai negara kerangka mengambil keputusan itu, cara kami semua dikonfigurasi berarti kami harus pergi," katanya, seperti dilansir Xinhua pada Sabtu (14/8/2021). Baca juga: Taliban Kini Hanya Berjarak 50 Km dari Kabul, Pasukan Afghanistan Kocar-kacir

Dia juga menegaskan bahwa Inggris akan mengerahkan 600 tentara untuk membantu warga negara Inggris dan warga Afghanistan yang menjadi penerjemah pasukan Inggris meninggalkan negara itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved