Kedubes AS di Kabul Hancurkan Dokumen Sensitif, Dikhawatirkan Mirip Perang Vietnam

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 10:50 WIB
loading...
A A A
"Sekarang, kita menyaksikan momen Saigon Presiden Biden terungkap di depan kita."

Anggota Kongres itu memperkirakan pada hari Jumat bahwa batas waktu penarikan akan terlewati karena lebih banyak pasukan dikirim ke negara Asia tengah itu.

Selain 3.000 tentara yang telah dikirim ke Afghanistan, 4.500 hingga 5.000 lainnya sedang dipindahkan ke pangkalan di Kuwait dan Qatar. Demikian dipaparkan juru bicara Pentagon John Kirby kepada wartawan, Jumat.

Sekitar 3.500 hingga 4.000 berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan akan disiagakan di Kuwait. "Kalau-kalau kami membutuhkan lebih dari 3.000 orang untuk pergi ke Kabul,” kata Kirby.

Sebanyak 1.000 sisanya akan digunakan untuk mempercepat pemrosesan visa di Qatar untuk penerjemah Afghanistan yang membantu militer AS selama perang 20 tahun dan takut akan pembalasan Taliban.

Ronald Neumann, mantan duta besar AS untuk Afghanistan, mengatakan kepada NPR bahwa generasi rakyat Afghanistan yang “membeli nilai-nilai AS” sekarang terancam. Dengan menarik alih-alih mempertahankan kekuatan penstabil kecil di tempatnya, kata dia, pemerintahan Biden sekarang harus berjuang, mengirimkan jumlah pasukan yang sama dalam kondisi buruk sementara visa imigran khusus (SIV) diproses untuk penerjemah.

“Amerika Serikat sekarang dalam semacam kepanikan, mode hampir panik, berusaha melindungi rakyat kita sendiri dan keluar dari apa yang disebut SIV,” kata Neumann.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved