Taliban Mengamuk, AS Kerahkan 3.000 Tentara untuk Evakuasi Staf Kedutaan

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 07:58 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya Kamis, kedutaan AS di Kabul mendesak warga Amerika untuk meninggalkan Afghanistan sesegera mungkin di tengah kemajuan Taliban melawan pasukan pemerintah di seluruh negeri.

Kedutaan pada hari Kamis mengeluarkan peringatan keamanan kedua dalam waktu seminggu yang menyerukan orang Amerika untuk keluar dari negara itu.

"Kedutaan Besar AS mendesak warga AS untuk segera meninggalkan Afghanistan menggunakan opsi penerbangan komersial yang tersedia," katanya dalam sebuah pernyataan.

Peringatan itu termasuk instruksi untuk menghubungi kedutaan bagi mereka yang tidak mampu membayar penerbangan atau sedang menunggu anak atau pasangan untuk mendapatkan visa mereka untuk meninggalkan Afghanistan. Kedutaan juga memperingatkan bahwa kapasitas kedutaan untuk membantu warga AS "sangat terbatas".

Sebelum adanya laporan tentang bantuan evakuasi militer AS, kedutaan memperingatkan warga AS untuk tidak menunggu pengumuman bantuan evakuasi.

Sementara itu, Taliban telah melanjutkan kemajuan militernya, merebut ibu kota provinsi Ghazni, sekitar 150 km (80 mil) barat daya Kabul. Itu menjadi ibu kota provinsi ke-10 yang diambil alih oleh kelompok itu dalam seminggu.

Kelompok Taliban juga mendekati Kandahar, kota terbesar kedua di negara itu, saat pertempuran meningkat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved