AS: Serangan Bertubi-tubi Tanda Taliban Lebih Pilih Kekerasan Dibanding Negosiasi

Kamis, 12 Agustus 2021 - 17:30 WIB
loading...
AS: Serangan Bertubi-tubi...
AS menilai aksi Taliban adalah bukti bahwa para pemimpinnya percaya bahwa mereka dapat merebut kendali atas Afghanistan dengan kekuatan daripada negosiasi. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kemajuan terus-menerus oleh Taliban adalah bukti bahwa para pemimpinnya percaya bahwa mereka dapat merebut kembali kendali atas Afghanistan dengan kekuatan daripada terlibat dalam negosiasi. Taliban mulai melancarkan serangan tidak lama setelah Amerika Serikat (AS) mulai menarik pasukan mereka dari Afghanistan.

Seperti diketahui, Taliban sudah merebut sembilan ibu kota provinsi diAfghanistanhanya dalam enam hari. Tiga ibu kota provinsi lainnya saat ini sedang diperebutkan dalam pertempuran berdarah. Baca juga: Timeline Taliban Rebut 9 Ibu Kota Provinsi Afghanistan dalam 6 Hari

“Taliban terus maju dan mengambil alih kendali pusat-pusat distrik dan provinsi yang dengan jelas menunjukkan bahwa mereka percaya adalah mungkin untuk mendapatkan pemerintahan melalui kekuatan, melalui kebrutalan, melalui kekerasan, melalui penindasan,” kata juru bicara Pentagon, John Kirby.

“Ini sangat bertentangan dengan tujuan yang mereka nyatakan sebelumnya yaitu sebenarnya ingin berpartisipasi dalam solusi politik yang dinegosiasikan," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (12/8/2021).

Ketika disinggung peran yang masih dapat dimainkan AS dalam membentuk situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di Afghanistan. Dia kembali mengatakan bahwa saat ini AS tidak bisa berbuat banyak. Baca juga: Intelijen AS: Kabul Akan Jatuh ke Taliban dalam 90 Hari

Dirinya mengatakan bahwa saat ini semua tergantung pada pasukan Afghanistan, yang melebihi jumlah Taliban, untuk menggunakan sumber daya dan keuntungan yang tersedia bagi mereka untuk mempertahankan kendali negara.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved