Jerman Ogah Beri Uang ke Afghanistan Jika Terapkan Hukum Syariah

Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:20 WIB
loading...
Jerman Ogah Beri Uang...
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. Foto/Michael Sohn/Pool via REUTERS
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman tidak akan memberikan dukungan keuangan apa pun ke Afghanistan jika Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu dan menerapkan hukum Syariah.

Sikap Jerman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Heiko Maas kepada penyiar ZDF, Kamis (12/8/2021).

"Kami menyediakan 430 juta euro (USD505 juta) setiap tahun, kami tidak akan memberikan satu sen pun jika Taliban mengambil alih negara dan memperkenalkan hukum Syariah," katanya.

Baca juga: Intelijen AS: Kabul Akan Jatuh ke Taliban dalam 90 Hari

Pasukan pemerintah Afghanistan memerangi Taliban di beberapa kota pada hari ini. Kelompok itu melanjutkan serangannya, yang menurut intelijen Amerika Serikat (AS), dapat membuat mereka mengambil alih Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dalam waktu 90 hari.

Taliban sudah merebut sembilan ibu kota provinsi di Afghanistan hanya dalam enam hari. Tiga ibu kota provinsi lainnya saat ini sedang diperebutkan dalam pertempuran berdarah.

Pasukan pemerintah Afghanistan semakin tak berdaya menghadapi serangan milisi Taliban setelah pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya meninggalkan negara itu. Pasukan Washington tak tersisa lagi di Afghanistan per 31 Agustus 2021 seperti yang diputuskan Presiden Joe Biden.

Rezim Taliban digulingkan oleh invasi AS pada 2001 atau setelah serangan 11 September 2001 di Amerika. Namun, kini bangkit lagi.

Afghanistan memiliki total 34 provinsi. Sampai saat ini, sembilan ibu kota provinsinya telah jatuh ke tangan Taliban. Berikut timeline-nya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (12/8/2021):

6 Agustus
Taliban mengambil alih Ibu Kota Provinsi Nimruz, Zaranj. Kota di selatan Afghanistan ini menjadi ibu kota provinsi pertama yang jatuh ke tangan kelompok tersebut sejak perang berkecamuk awal Mei.

7 Agustus
Taliban menyatakan mereka telah merebut seluruh provinsi utara Jawzjan, termasuk ibu kotanya; Sheberghan.

Pertempuran hebat dilaporkan terjadi di kota itu, dan gedung-gedung pemerintah diambil alih oleh Taliban. Pasukan keamanan Afghanistan mengatakan mereka masih bertempur di sana.

8 Agustus
Taliban menguasai Sar-e-Pul, Ibu Kota Provinsi Sar-e-Pul. Ini adalah yang pertama dari tiga pusat provinsi yang jatuh pada hari yang sama.

8 Agustus
Kelompok Taliban menguasai Kunduz, Ibu Kota Provinsi Kunduz. Kota berpenduduk 270.000 orang ini dianggap sebagai hadiah strategis karena terletak di pintu gerbang ke provinsi utara yang kaya mineral dan Asia Tengah.

Pasukan pemerintah mengatakan mereka melawan Taliban dari pangkalan militer dan bandara.

8 Agustus
Ibu Kota Provinsi Takhar, Taluqan, jatuh ke tangan Taliban pada malam hari. Mereka membebaskan tahanan dan memaksa pejabat pemerintah untuk melarikan diri.

9 Agustus
Ibu Kota Provinsi Samangan, Aybak, dikuasai oleh milisi Taliban.

10 Agustus
Sumber-sumber lokal mengonfirmasi jatuhnya Ibu Kota Provinsi Farah, yang juga bernama Farah.

10 Agustus
Ibu Kota Provinsi Baghlan, Pul-e-Khumri, jatuh ke tangan Taliban. Para pejabat dan penduduk mengonfirmasi perebutan ibu kota tersebut.

11 Agustus
Ibu Kota Provinsi Badakhshan, Faizabad, berada di bawah kendali Taliban. Anggota dewan provinsi setempat membenarkan hal itu.

Pertempuran untuk perebutan tiga ibu kota provinsi lainnya sedang berlangsung sejak 11 Agustus, yakni Herat; Ibu Kota Provinsi Herat, Lashkar Gah; Ibu Kota Helmand, dan Kandahar; Ibu Kota Provinsi Kandahar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Prancis Kerahkan Pesawat...
Prancis Kerahkan Pesawat Bersenjata Nuklir ke Perbatasan Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved