PBB: Gelombang Panas Ekstrim Bisa Semakin Sering Terjadi

Senin, 09 Agustus 2021 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Para ilmuwan menekankan bahwa efek perubahan iklim ini sudah ada, dengan peristiwa seperti gelombang panas di Pasifik Barat Laut Amerika Serikat (AS) yang menewaskan ratusan orang pada bulan Juni dan Brazil saat ini mengalami kekeringan terburuk dalam 91 tahun.

"Gelombang panas di Kanada, kebakaran di California, banjir di Jerman, banjir di China, kekeringan di Brazil tengah membuatnya sangat, sangat jelas bahwa iklim ekstrim memiliki korban yang sangat berat," kata Paulo Artaxo, penulis utama laporan tersebut. dan seorang fisikawan lingkungan dan Universitas Sao Paulo.

Menurutnya, masa depan terlihat lebih suram, dengan lebih banyak pemanasan yang berarti lebih sering terjadi peristiwa ekstrim.

Gelombang panas menunjukkan peningkatan frekuensi yang lebih kuat dengan pemanasan global daripada semua peristiwa ekstrem lainnya. Dua kali dalam satu abad gelombang panas bisa terjadi kira-kira setiap enam tahun dengan pemanasan 1,5 derajat Celcius, tingkat yang menurut laporan itu bisa dilampaui dalam dua dekade.

Jika dunia menjadi lebih panas 4 derajat Celcius, seperti yang bisa terjadi dalam skenario emisi tinggi, gelombang panas itu akan terjadi setiap satu hingga dua tahun sekali.

Carolina Vera, penulis lainnya dalam laporan itu dan ilmuwan iklim fisik di University of Buenos Aires dan badan utama penelitian sains Argentina (CONICET), mengatakan ada juga kemungkinan yang meningkat bahwa beberapa peristiwa cuaca ekstrem dapat terjadi pada saat yang bersamaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Berita Terkini
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved