Aksi Protes Berubah jadi Kerusuhan, Minnesota Nyatakan Keadaan Darurat

Jum'at, 29 Mei 2020 - 06:58 WIB
loading...
Aksi Protes Berubah...
Aksi demonstrasi terhadap pembunuhan George Floyd berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Foto/Tounesna News
A A A
WASHINGTON - Gubernur Minnesota Tim Walz menyatakan keadaan darurat dan mengaktifkan Minnesota National Guard untuk memulihkan ketertiban setelah aksi protes atas kematian George Floyd berubah menjadi kerusuhan. Aksi pembakaran dan penjarahan melanda Minneapolis, kota terbesar di negara bagian midwest.

Floyd meninggal pada Senin malam tak lama setelah seorang perwira polisi kulit putih menahannya dengan lutut di lehernya, meskipun lelaki kulit hitam berusia 40-an itu berulang kali mengatakan "Aku tidak bisa bernapas," dan "Tolong, aku tidak bisa bernapas." Cara petugas polisi menangkap Floyd tidak diakui oleh departemen kepolisian setempat.(Baca: Viral, Video Pria Kulit Hitam Meninggal Dicekik Polisi AS )

Perintah Walz datang setelah walikota Minneapolis Jacob Frey meminta bantuan setelah kerusakan yang luas dan penjarahan terjadi di tengah kerusuhan pada Rabu malam.(Baca: Penjarahan Terjadi Setelah Polisi AS Cekik Warga Hingga Tewas )

"Kematian George Floyd harus mengarah pada keadilan dan perubahan sistemik, tidak lebih banyak kematian dan kehancuran," kata Walz dalam sebuah pernyataan.

"Sudah waktunya untuk membangun kembali. Membangun kembali kota, membangun kembali sistem peradilan kami, dan membangun kembali hubungan antara penegak hukum dan mereka yang ditugasi melindungi," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (29/5/2020).

Menurut laporan dari surat kabar lokal Star Tribune Ajudan Jenderal Penjaga Nasional akan bekerja dengan lembaga pemerintah setempat untuk menyediakan personel, peralatan, dan fasilitas yang diperlukan untuk merespons dan pulih dari keadaan darurat ini.

Selain itu, laporan tersebut menyatakan, Patroli Negara Bagian Minnesota akan memasok 200 tentara. Helikopter Patroli Negara dan pesawat lain juga akan tersedia untuk membantu petugas penegak hukum di darat.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved