Ditangkap, Wanita Bos Mafia yang Dijuluki 'Godmother' Tak Kedipkan Mata

Senin, 09 Agustus 2021 - 14:38 WIB
loading...
Ditangkap, Wanita Bos...
Maria Licciardi, 70, bos mafia terkenal di Italia yang dijuluki Godmother. Foto/DPA/via DW.com
A A A
ROMA - Seorang wanita lanjut usia, yang bertindak sebagai bos mafia terkenal dengan julukan "Godmother" ditangkap polisi di bandara Roma, Italia, ketika hendak naik pesawat ke Malaga, Spanyol.

Maria Licciardi, 70, yang juga dijuluki "The little one" karena perawakannya yang mungil, tidak mengedipkan mata sama sekali ketika berhadapan dengan petugas yang menangkapnya.

Baca juga: Kapal Selam Serangan Nuklir China Kuntit Kapal Induk Inggris di Pasifik

Jaksa Italia menuduh bahwa Licciardi memimpin klan Licciardi dari sindikat kejahatan Camorra di Naples, salah satu organisasi mafia tertua di Italia.

Licciardi mengatakan dia bepergian untuk mengunjungi putrinya di Malaga. Namun, penyelidik yang dikutip surat kabar La Republica kemarin, percaya itu adalah pelarian yang direncanakan atau perjalanan bisnis, karena organisasi kriminalnya mungkin berusaha untuk memperluas bisnis mereka ke Spanyol.

Bos mafia ini diduga membawa uang tunai 6.000 euro pada saat penangkapannya.

Kantor berita Italia, ANSA, mengatakan bahwa Licciardi "tidak mengedipkan matanya" ketika para petugas menangkapnya. Itu menunjukkan bahwa dia seolah-olah tidak takut sama sekali meski ditangkap.

Bos mafia tersebut telah buron sejak dia menghindari penyisiran polisi pada Juni 2019 dan telah dianggap sebagai "buronan" oleh otoritas Italia.

Baca juga: Taliban Eksekusi Wanita Muda Afghanistan karena Berpakaian Ketat

Sumber-sumber kepolisian sebelumnya mengatakan kepada The Telegraph bahwa Licciardi terlahir sebagai pemimpin dengan kecerdasan luar biasa dan bersuara lembut namun tanpa ampun kepada mereka yang melewatinya.

Licciardi akan muncul di pengadilan minggu ini dan akan menghadapi tuduhan asosiasi mafia, pemerasan, dan menerima uang dari sumber-sumber terlarang.

Licciardi diduga menjadi pemimpin klan Licciardi pada 1990-an setelah saudara laki-lakinya Gennaro Licciardi meninggal di penjara dan seorang keponakan yang akan menjadi pemimpin dibunuh.

"Klan Licciardi mengubah Secondigliano di pinggiran Napoli menjadi 'supermarket besar untuk narkoba'," kata Roberto Saviano, seorang jurnalis investigasi yang menulis buku tentang Camorra, kepada The Telegraph.

Maria Licciardi juga membentuk koalisi longgar antara klan Camorra yang berbeda untuk memperluas kendali mereka atas kota di Italia selatan.

Seiring dengan penyelundupan narkoba, Licciardi diduga telah menambahkan prostitusi ke kerajaan bisnis Camorra, meskipun itu bertentangan dengan kode organisasi.

Menurut The Telegraph, perseteruan dengan keluarga lain atas pengiriman heroin telah menyebabkan setidaknya 53 pembunuhan terkait geng kriminal tersebut dan koalisinya menjadi berantakan.

Pada tahun 2001 Licciardi ditangkap dan dihukum karena kejahatan terkait mafia dan menjalani hukuman delapan tahun untuk kejahatannya sebelum akhirnya dibebaskan pada tahun 2009.

Dia kemudian diduga menjadi kepala klan Camorra yang berbeda yang dikenal sebagai "Secondigliano Alliance", di mana dia kemudian dikenal sebagai "Bibi Maria".

Licciardi menginspirasi karakter Scianel dalam serial televisi Italia terkenal "Gomorrah", yang mengisahkan mafia Camorra.

Menteri Dalam Negeri Italia mengucapkan selamat kepada polisi atas penangkapan Licciardi. "Ini adalah tanda kuat dari kehadiran negara," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved