Sejumlah Anggota DK PBB Tak Siap Dukung Tuduhan Barat pada Iran

Minggu, 08 Agustus 2021 - 05:01 WIB
loading...
Sejumlah Anggota DK...
Citra satelit menunjukkan Mercer Street yang rusak ditambatkan di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, 4 Agustus 2021. Foto/Maxar Technologies/REUTERS
A A A
NEW YORK - Beberapa anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tak siap mendukung tuduhan Barat tentang serangan pada kapal tanker baru-baru ini di lepas pantai Oman.

Sumber PBB mengatakan kepada RT bahwa penyelidikan independen terhadap masalah tersebut perlu dibentuk.

Inggris menyerukan pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada Jumat untuk membahas dugaan serangan pesawat tak berawak (drone) yang terjadi pada 31 Juli di kapal tanker minyak berbendera Liberia, Mercer Street, yang dikelola perusahaan Israel.

Baca juga: Militer AS: Pecahan Drone dari Serangan Kapal Tanker Israel Mengarah ke Iran

Inggris mengatakan kepada DK PBB pada Selasa bahwa, "Sangat mungkin Iran bertanggung jawab atas serangan itu.” Tuduhan itu langsung dibantah keras oleh Teheran.

Baca juga: Ibu Kota Provinsi Kedua Afghanistan Jatuh ke Tangan Taliban dalam 24 Jam

Washington menanggapi insiden itu dengan menyuarakan dukungan untuk sekutunya, bersumpah akan bekerja untuk memastikan ada "pertanggungjawaban" dan Iran "diidentifikasi dan ditangani di Dewan Keamanan."

Baca juga: Tonton Video Taliban Bersorak-sorai di Atas Humvee Usai Rebut Kota Zaranj

Namun, sumber PBB mengatakan beberapa anggota dewan tidak siap mendukung tuduhan Inggris selama pertemuan pada Jumat tanpa penyelidikan menyeluruh dan independen terhadap kasus tersebut.

“Jelas bahwa tidak semua anggota DK PBB siap mendukung saran Barat sementara tidak memiliki hasil penyelidikan internasional yang independen dan netral,” papar sumber itu.

Moskow sebelumnya meminta informasi lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan tentang insiden tersebut.

Pada Rabu, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengatakan negaranya menolak "analisis 'sangat mungkin' dari Inggris."

"Kita perlu menetapkan fakta. Kita tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan atau tindakan apa pun tanpa memiliki bukti atas apa yang telah terjadi," ujar Polyanskiy.

Serangan itu diduga menewaskan dua orang di atas kapal tanker yakni seorang kapten Rumania dan seorang anggota awak Inggris.

Beberapa jam setelah insiden mematikan itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengklaim negaranya memiliki "bukti" bahwa Iran berada di balik serangan itu.

Awal pekan ini, agen pelacakan kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), melaporkan satu kapal "dibajak" di lepas pantai UEA di Teluk Oman.

UKMTO kemudian mengatakan para tersangka penyerang telah meninggalkan kapal dan kapal itu aman.

Militer Iran menanggapi laporan itu dengan menolaknya sebagai "semacam perang psikologis". Kementerian Luar Negeri Iran mengajukan pertanyaan tentang klaim "sangat mencurigakan".
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved