Keluarga Lesbian Rusia Kabur ke Spanyol setelah Diancam Dibunuh

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 08:58 WIB
loading...
A A A
Yuma berterima kasih kepada pengikut media sosialnya yang telah mendukung keluarganya, dan mengatakan melarikan diri dari kampanye kebencian Rusia telah membuat mereka terguncang.

"Ini adalah cobaan berat bagi kami semua, kami semua dalam kondisi psikologis yang rapuh," katanya.

Sebuah posting kemudian menunjukkan mereka berada di stasiun metro di Barcelona, dengan keterangan Yuma menjelaskan bahwa mereka harus meninggalkan Rusia agar putrinya bisa menikahi pacar sesama jenisnya. Yuma menyuarakan rasa sakitnya sendiri karena ditolak oleh orangtuanya karena dirinya lesbian.

"Di Rusia, hak dasar kita untuk memiliki keluarga ditolak. Tidak peduli siapa kita, kita semua harus memiliki hak itu!"

Bulan lalu VkusVill meminta maaf setelah iklan aslinya, yang menampilkan keluarga sesama jenis, telah memicu reaksi keras di media sosial.

"Ada artikel di sini yang melukai perasaan banyak pelanggan, staf, mitra, dan pemasok kami," kata perusahaan ritel makanan kesehatan organik itu.

Sebuah undang-undang tahun 2013 di Rusia—yang secara luas dikecam di Barat—melarang segala promosi nilai dan gaya hidup gay kepada anak di bawah umur.

Homofobia tersebar luas di Rusia, di mana banyak pendukung Presiden Vladimir Putin dan Gereja Ortodoks Rusia mengidentifikasi aktivis LGBT+ dengan nilai-nilai liberal Barat, yang dianggap bertentangan dengan tradisi Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved