Bukti Ungkap Pangkalan Militer Rahasia India di Pulau Mauritius
Rabu, 04 Agustus 2021 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Melawan China
Melawan ekspansi China di Samudra Hindia tampaknya menjadi tujuan utama India untuk fasilitas tersebut, karena ingin memberikan penyeimbang bagi kekuatan China yang meningkat.
“Kami melihat dalam beberapa tahun terakhir bahwa Samudra Hindia menjadi jauh lebih multi-kutub,” tutur Bashfield.
“Kami melihat China menegaskan pengaruh yang lebih besar dan kami melihat berbagai platform militer China di Samudra Hindia,” papar dia, merujuk pada pangkalan militer China di Djibouti dan akses ke beberapa pelabuhan di wilayah tersebut.
“Akibatnya, India juga meningkatkan permainannya,” tutur Mishra.
India juga telah menyediakan sistem radar pantai ke beberapa negara di kawasan itu, termasuk Maladewa dan Mauritius.
Dengan fasilitas militer di Agalega, India akan mampu melacak kapal-kapal di dekat Selat Mozambik yang penting.
“Tujuan dari perjanjian Pulau Agalega yang telah ditandatangani India dan Mauritius adalah agar pulau itu bertindak sebagai simpul penting dalam memperluas jejak keseluruhan India di wilayah tersebut”, ungkap Mishra.
“Ini akan menyediakan lokasi yang berguna untuk komunikasi dan pengumpulan intelijen elektronik.”
Unit Investigasi Aljazeera telah menghubungi semua pihak yang terlibat dalam penyelidikan ini.
Pemerintah Mauritius menegaskan kembali posisinya bahwa, “Tidak ada kesepakatan antara Mauritius dan India untuk mendirikan pangkalan militer di Agalega.”
Ditambahkan bahwa dengan istilah "pangkalan militer", itu berarti, "Satu fasilitas yang dimiliki dan dioperasikan oleh, atau untuk, militer untuk melindungi peralatan dan personel militer, secara permanen dan untuk operasi militer."
Mauritius menyatakan pekerjaan konstruksi di Agalega dirancang untuk meningkatkan “fasilitas infrastruktur yang tidak memadai” di pulau itu, yang akan tetap “di bawah kendali otoritas Mauritius dan penggunaan apa pun oleh negara asing mana pun akan tunduk pada persetujuan Pemerintah Mauritius.”
Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri India tidak menanggapi permintaan komentar dari Aljazeera.
Melawan ekspansi China di Samudra Hindia tampaknya menjadi tujuan utama India untuk fasilitas tersebut, karena ingin memberikan penyeimbang bagi kekuatan China yang meningkat.
“Kami melihat dalam beberapa tahun terakhir bahwa Samudra Hindia menjadi jauh lebih multi-kutub,” tutur Bashfield.
“Kami melihat China menegaskan pengaruh yang lebih besar dan kami melihat berbagai platform militer China di Samudra Hindia,” papar dia, merujuk pada pangkalan militer China di Djibouti dan akses ke beberapa pelabuhan di wilayah tersebut.
“Akibatnya, India juga meningkatkan permainannya,” tutur Mishra.
India juga telah menyediakan sistem radar pantai ke beberapa negara di kawasan itu, termasuk Maladewa dan Mauritius.
Dengan fasilitas militer di Agalega, India akan mampu melacak kapal-kapal di dekat Selat Mozambik yang penting.
“Tujuan dari perjanjian Pulau Agalega yang telah ditandatangani India dan Mauritius adalah agar pulau itu bertindak sebagai simpul penting dalam memperluas jejak keseluruhan India di wilayah tersebut”, ungkap Mishra.
“Ini akan menyediakan lokasi yang berguna untuk komunikasi dan pengumpulan intelijen elektronik.”
Unit Investigasi Aljazeera telah menghubungi semua pihak yang terlibat dalam penyelidikan ini.
Pemerintah Mauritius menegaskan kembali posisinya bahwa, “Tidak ada kesepakatan antara Mauritius dan India untuk mendirikan pangkalan militer di Agalega.”
Ditambahkan bahwa dengan istilah "pangkalan militer", itu berarti, "Satu fasilitas yang dimiliki dan dioperasikan oleh, atau untuk, militer untuk melindungi peralatan dan personel militer, secara permanen dan untuk operasi militer."
Mauritius menyatakan pekerjaan konstruksi di Agalega dirancang untuk meningkatkan “fasilitas infrastruktur yang tidak memadai” di pulau itu, yang akan tetap “di bawah kendali otoritas Mauritius dan penggunaan apa pun oleh negara asing mana pun akan tunduk pada persetujuan Pemerintah Mauritius.”
Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri India tidak menanggapi permintaan komentar dari Aljazeera.
(sya)
Lihat Juga :