Palestina: Akhiri Permukiman Ilegal adalah Langkah Awal Membangun Kepercayaan dengan Israel
Senin, 02 Agustus 2021 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Kemarin, harian Palestina, al-Quds melaporkan bahwa pada bulan Juli, pihak Palestina menyerahkan sebuah dokumen langkah-langkah membangun kepercayaan dengan Israel kepada Wakil Asisten Menteri Urusan Israel dan Palestina, Hadi Amr .
Surat kabar itu mengungkapkan, bahwa dokumen tersebut menyerukan untuk membawa hubungan Palestina-Israel ke pra-2000 dan melanjutkan negosiasi perdamaian langsung antara kedua belah pihak, yang berhenti pada tahun 2014.
Dokumen itu mencakup 30 item yang berkaitan dengan tuntutan keamanan, politik dan ekonomi, termasuk pembekuan permukiman, mempertahankan status quo di Masjid al-Aqsa, dan menghentikan penghancuran rumah-rumah Palestina, katanya.
Itu juga menyerukan pengurangan komisi Israel atas iuran pendapatan pajak dari tiga menjadi satu persen, menghentikan pemotongan dana Palestina oleh Israel, dan meninjau Perjanjian Ekonomi Paris. Baca juga: Bentrok dengan Pasukan Israel, Ratusan Warga Palestina Terluka
Sementara itu, media Israel mengatakan bahwa dokumen Palestina tidak berbicara tentang solusi permanen untuk konflik, sementara hanya mencakup tuntutan untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Israel di bawah sponsor AS.
Surat kabar itu mengungkapkan, bahwa dokumen tersebut menyerukan untuk membawa hubungan Palestina-Israel ke pra-2000 dan melanjutkan negosiasi perdamaian langsung antara kedua belah pihak, yang berhenti pada tahun 2014.
Dokumen itu mencakup 30 item yang berkaitan dengan tuntutan keamanan, politik dan ekonomi, termasuk pembekuan permukiman, mempertahankan status quo di Masjid al-Aqsa, dan menghentikan penghancuran rumah-rumah Palestina, katanya.
Itu juga menyerukan pengurangan komisi Israel atas iuran pendapatan pajak dari tiga menjadi satu persen, menghentikan pemotongan dana Palestina oleh Israel, dan meninjau Perjanjian Ekonomi Paris. Baca juga: Bentrok dengan Pasukan Israel, Ratusan Warga Palestina Terluka
Sementara itu, media Israel mengatakan bahwa dokumen Palestina tidak berbicara tentang solusi permanen untuk konflik, sementara hanya mencakup tuntutan untuk melanjutkan pembicaraan damai dengan Israel di bawah sponsor AS.
(ian)
Lihat Juga :