600 Migran Mencapai Pulau Italia dari Tunisia Hanya dalam 2 Hari

Minggu, 01 Agustus 2021 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Pemilik Restoran California Wajibkan Pembeli Tunjukkan 'Bukti Tidak Divaksin'

“Tampaknya tidak banyak kontrol di pantai Tunisia akhir-akhir ini. Kami belum pernah melihat begitu banyak perahu datang ke Lampedusa, dan sekarang bahkan mencoba mencapai selatan Sardinia, yang merupakan perjalanan yang lebih jauh dan lebih berbahaya, seperti yang telah kami lakukan sejak 26 Juli, ketika krisis politik pecah di Tunisia,” ujar Laksamana Roberto Isidori, komandan Penjaga Pantai di Sisilia.

“Kapal kami semua keluar untuk memastikan bahwa tidak ada kecelakaan yang terjadi, tetapi situasi ini semakin buruk,” ujar Isidori.

Dinas keamanan Italia telah memperkirakan pada awal krisis bahwa gejolak politik yang sedang berlangsung dan ketidakstabilan di Tunisia dapat mengakibatkan peningkatan drastis migran, dengan jumlah yang berpotensi mencapai hingga 15.000 orang dalam waktu yang sangat singkat.

Tetapi Isidori mengatakan, "Jika angka terus bertahan seperti pekan lalu, itu bisa menjadi perkiraan yang optimistis."

Sesuai aturan, warga Tunisia tidak memenuhi syarat untuk mencari suaka di Italia, dan hingga 80 orang dapat diterbangkan pulang setiap pekan berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Roma dan Tunisia tahun lalu.

Sisanya sering diberi perintah pengusiran dan dibebaskan dari pusat-pusat migran. Banyak yang kemudian mencoba mencapai Prancis atau Jerman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Mahasiswa dan Pekerja...
Mahasiswa dan Pekerja Asing Kini akan Dipaksa Tinggalkan AS untuk Ajukan Green Card
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Infografis
2 Kapal Induk Inggris...
2 Kapal Induk Inggris selalu Tenggelam dalam Simulasi Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved