Dua Jet Tempur Siluman F-35B AS Rusak Disambar Petir di Jepang

Sabtu, 31 Juli 2021 - 01:13 WIB
loading...
Dua Jet Tempur Siluman...
Sebuah jet tempur siluman F-35B Amerika Serikat mendarat di MCAS Iwakuni, Jepang. Foto/Joseph Abrego/US Marine Corps
A A A
OKINAWA - Dua pesawat jet tempur siluman F-35B Lightning II yang canggih milik Amerika Serikat (AS) rusak setelah disambar petir di langit Makurazaki di prefektur Kagoshima, Jepang.

Kedua pesawat, yang ditugaskan di Marine Corps Air Station (MCAS) Iwakuni, mendarat dengan selamat setelah serangan petir dan tidak ada pilot yang terluka.

Baca juga: Nasib 'La Comadre' Sang Bos Narkoba Dibui di AS, Anaknya Dimutilasi

Insiden itu terjadi selama penerbangan rutin pada 13 Juli. Demikian disampaikan juru bicara Sayap Pesawat Marinir 1 Mayor Ken Kunze dalam email kepada Stars and Stripes.

Sepasang F-35B, yang mampu lepas landas pendek dan pendaratan vertikal, sedang dalam perjalanan ke Okinawa ketika mereka diserang petir.

Kunze mengatakan insiden itu dianggap sebagai kecelakaan Kelas A karena biaya perbaikan gabungan yang diproyeksikan diperkirakan melebihi USD2,5 juta (lebih dari Rp36 miliar).

Sekadar diketahui, kecelakaan Kelas A melibatkan biaya perbaikan melebihi USD2 juta atau kematian atau cacat permanen anggota layanan.

"Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kecelakaan itu dan akan memasukkan pelajaran yang didapat ke dalam operasi penerbangan di masa depan," kata Kunze.

“Pengoperasian pesawat kami yang aman dan kesiapan skuadron kami sangat penting bagi kami untuk terus mendukung sekutu, mitra, dan pasukan gabungan kami di kawasan ini," lanjut dia seperti dikutip Military.com, kemarin.

Kunze mengatakan bahwa setiap pesawat AS diperiksa dengan cermat untuk keselamatan sebelum operasi penerbangan apa pun.

Menurut Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika, sambaran petir terhadap pesawat cukup umum dan dapat sangat merusak sistem kritis dan penting. Namun menurut perusahaan teknologi NTS di California, serangan seperti itu jarang mengakibatkan efek bencana.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) menyatakan dalam sebuah laporan April bahwa F-35 adalah sistem senjata paling mahal dalam sejarah Departemen Pertahanan Amerika. Perkiraan biaya selama masa program melebihi USD1,7 triliun.

Baca juga: Taliban Masuk Ibu Kota Provinsi Helmand, Perang Sengit dengan Pasukan Afghanistan

Para kritikus menyebut program itu tidak berkelanjutan dan Angkatan Udara, yang menggunakan varian F-35A konvensional, sedang mencari alternatif.

Pendaratan Pencegahan

Dalam insiden yang tidak terkait pada hari Selasa, sebuah helikopter militer AS mendarat di sebuah lapangan karena keadaan darurat dalam penerbangan.

Kunze mengatakan tidak ada cedera atau kerusakan yang dilaporkan setelah AH-1Z Viper yang ditugaskan untuk Sayap Pesawat Marinir 1 di MCAS Futenma mendarat pada pukul 08.44 hari Selasa di Kushima, prefektur Miyazaki, di pulau Kyushu, Jepang selatan.

Pilot menurunkan helikopter tempur setelah mengidentifikasi kemungkinan masalah mekanis.

Sayap Pesawat Marinir 1 mengirim tim untuk memeriksanya dan menentukan metode pemulihan terbaik.

"Sistem pesawat bekerja seperti yang dirancang dan memberi tahu pilot tentang masalah ini," tulis Kunze. "Awak pesawat melakukan seperti yang terlatih dan memilih opsi teraman, mendaratkan pesawat sesuai dengan prosedur standar karena sangat berhati-hati."

Viper adalah salah satu dari pasangan yang baru saja meninggalkan Pangkalan Udara Nyutabaru Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang untuk MCAS Futenma ketika masalah itu muncul. Pihak Biro Pertahanan Kyushu mengatakan kepada Stars and Stripes bahwa helikopter telah berada di pangkalan udara sejak Minggu karena cuaca buruk.

Kunze mengatakan pendaratan itu untuk pencegahan.

"Kami tetap berkomitmen untuk memastikan keselamatan awak pesawat kami, komunitas, dan kelaikan udara semua pesawat kami," tulisnya.

Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa meminta militer AS untuk segera menentukan penyebab insiden itu dan mengambil tindakan pencegahan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved