200 Warga Afghanistan yang Bekerja untuk AS Mulai Hidup Baru di Negeri Paman Sam

Jum'at, 30 Juli 2021 - 17:41 WIB
loading...
A A A
“Kami tidak memiliki kapasitas untuk membawa orang-orang ke Kabul dari bagian lain negara itu atau untuk menampung mereka di Kabul,” papar Tracey Jacobson, koordinator operasi Departemen Luar Negeri AS.

Program SIV telah diganggu waktu pemrosesan yang lama dan rumitnya birokrasi yang sedang dibenahi pemerintahan Biden dan Kongres.

Kondisi ini mengakibatkan penumpukan sekitar 20.000 aplikasi. Departemen Luar Negeri telah menambahkan staf untuk menangani mereka.

“AS memiliki waktu 20 tahun untuk mengantisipasi seperti apa penarikan itu. Tidak masuk akal bahwa kita sangat terlambat,” papar Adam Bates, penasihat kebijakan untuk Proyek Bantuan Pengungsi Internasional, yang memberikan bantuan hukum kepada para pengungsi.

Kim Staffieri, salah satu pendiri Association of Wartime Allies, yang membantu para pelamar SIV, mengatakan survei yang dilakukan kelompok tersebut melalui Facebook menunjukkan sekitar setengah dari pelamar SIV tidak dapat mencapai Kabul, termasuk banyak yang telah disetujui untuk dievakuasi.

Kongres membuat program SIV pada 2006 untuk para penerjemah asal Irak dan Afghanistan yang mengambil risiko pembalasan dari kelompok militan karena bekerja untuk pemerintah AS.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved