Direktur Upacara Pembukaan Olimpiade Dipecat, Inilah Sederet Skandal Lainnya

Kamis, 22 Juli 2021 - 15:01 WIB
loading...
Direktur Upacara Pembukaan...
Direktur Kreatif Eksekutif Paralympic Games Tokyo 2020 Hiroshi Sasaki menunjukkan potret direktur acara upacara pembukaan Olimpiade Kentaro Kobayashi saat konferensi pers di Tokyo, Jepang, pada Desember 2019. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo memecat direktur upacara pembukaan karena lelucon Holocaust yang dia buat selama pertunjukan komedi pada 1998.

Ketua panitia penyelenggara Seiko Hashimoto mengatakan sehari sebelum upacara pembukaan bahwa direktur Kentaro Kobayashi telah diberhentikan.

Dia dituduh menggunakan lelucon tentang Holocaust dalam aksi komedinya, termasuk frasa "Ayo main Holocaust."

Baca juga: Bikin Lelucon Soal Holocaust, Direktur Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Dipecat

“Kami menemukan bahwa Kobayashi, dalam penampilannya sendiri, telah menggunakan ungkapan yang mengejek tragedi sejarah,” ujar Hashimoto.

Baca juga: Suriah Tembak Jatuh 7 dari 8 Rudal Israel yang Diluncurkan dari Jet Tempur F-16

“Kami sangat meminta maaf karena menyebabkan perkembangan seperti itu sehari sebelum upacara pembukaan dan karena menyebabkan masalah dan kekhawatiran bagi banyak pihak yang terlibat serta orang-orang di Tokyo dan seluruh negara,” papar dia.

Baca juga: Jenderal Top AS: Setengah Wilayah Pusat Afghanistan Dikuasai Taliban

Upacara pembukaan Olimpiade yang tertunda pandemi dijadwalkan pada Jumat malam (23/7). Upacara akan digelar tanpa penonton sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona, meski beberapa pejabat, tamu, dan media akan hadir.

Awal pekan ini, komposer Keigo Oyamada, yang musiknya diharapkan akan digunakan pada upacara tersebut, terpaksa mengundurkan diri karena intimidasi masa lalu pada teman-teman sekelasnya, saat dia sesumbar dalam wawancara majalah. Segmen musiknya tidak akan digunakan.

Tak lama setelah video klip dan naskah penampilan Kobayashi terungkap, kritik membanjiri media sosial.

“Setiap orang, tidak peduli seberapa kreatifnya, tidak memiliki hak mengejek para korban genosida Nazi,” ujar Rabbi Abraham Cooper, dekan asosiasi dan direktur aksi sosial global dari Simon Wiesenthal Center, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Los Angeles.

Cooper juga mencatat bahwa Nazi meracuni penyandang disabilitas Jerman dengan gas beracun.

"Setiap asosiasi orang ini ke Olimpiade Tokyo akan menghina ingatan 6 juta orang Yahudi dan membuat ejekan kejam terhadap Paralimpiade," ujar dia.

Kobayashi adalah mantan anggota duo komedi populer Rahmens dan dikenal di luar negeri untuk serial komedi termasuk "The Japanese Tradition."

Sejumlah skandal menit-menit terakhir muncul ketika pemerintah Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menghadapi kritik karena memprioritaskan Olimpiade meskipun ada masalah kesehatan masyarakat di tengah peningkatan infeksi virus corona.

Lelucon Holocaust oleh Kobayashi dan pengunduran diri Oyamada adalah yang terbaru mengganggu Olimpiade.

Yoshiro Mori mengundurkan diri sebagai ketua panitia penyelenggara atas pernyataan seksis.

Hiroshi Sasaki juga mengundurkan diri sebagai direktur kreatif untuk upacara pembukaan dan penutupan setelah menyarankan seorang aktris Jepang harus berpakaian seperti babi.

Juga pekan ini, chiropractor untuk tim gulat wanita Amerika Serikat meminta maaf setelah membandingkan protokol COVID-19 Olimpiade dengan Nazi Jerman dalam posting media sosial.

Rosie Gallegos-Main, chiropractor untuk gulat wanita sejak 2009, akan diizinkan menyelesaikan masa tinggalnya yang direncanakan di kamp pra-Olimpiade USA Wrestling di Nakatsugawa, Jepang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Demam Piala Dunia, 13...
Demam Piala Dunia, 13 Anjing Pakai Jersey Timnas Argentina Curi Perhatian di Buenos Aires
Rekomendasi
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Berita Terkini
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved