Informan FBI Dituduh Terlibat Rencana Penculikan Gubernur Michigan
Rabu, 21 Juli 2021 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Semua tersangka, kecuali satu dari 14 terdakwa, enam orang di antaranya mendapat dakwaan federal, sementara delapan orang lainnya didakwa berdasarkan undang-undang terorisme Michigan.
Para tersangka mengaku tidak bersalah, bersikeras tidak ada rencana serius untuk menculik Whitmer.
Seorang pengacara pembela menganggap rencana itu "pembicaraan besar" antara "orang sinting" dan "orang militer."
Dalam pengaduan kriminal asli FBI yang dikeluarkan pada 6 Oktober 2020, biro tersebut mengakui bahwa mereka “bergantung pada informasi yang diberikan oleh Confidential Human Sources (CHS) dan Undercover Employee (UCE) selama beberapa bulan.”
FBI mengatakan sementara semua informan tidak hadir dengan komplotan itu setiap saat, "minimal satu biasanya hadir selama pertemuan kelompok itu."
FBI hanya menyebutkan empat sumber yang menyamar, termasuk dua agen yang sebenarnya, dalam dokumen awalnya, jauh lebih sedikit dari 12 orang yang akhirnya terungkap dalam dokumen lanjutan.
FBI juga tidak mengungkapkan sepenuhnya keterlibatan mereka dalam rencana itu, meskipun mencatat bahwa beberapa informan dibayar untuk pekerjaan mereka.
Salah satu informan, bernama "CHS-2" dalam dokumen, dibayar USD14.800, yang menurut FBI termasuk "pelaporan dan pengeluaran".
Adapun informan berlabel "CHS-1" dibayar USD8.600. FBI tidak menyebut alasan pembayaran itu.
Meskipun tidak termasuk dalam pernyataan tertulis awal, kemudian terungkap bahwa informan lain, yang diidentifikasi hanya sebagai “Dan” dalam dokumen pemerintah, dibayar sekitar USD6.000 untuk “penggantian biaya” dan USD24.000 lainnya untuk “layanan” sebagai sumber.
FBI juga membelikannya mobil baru, menganggapnya sebagai "biaya perlindungan saksi."
“Seorang veteran Perang Irak, 'Dan', akan menjadi sangat terlibat dengan kelompok yang diduga penculik sehingga dia akhirnya naik menjadi ‘panglima kedua’," ungkap laporan BuzzFeed.
Para tersangka mengaku tidak bersalah, bersikeras tidak ada rencana serius untuk menculik Whitmer.
Seorang pengacara pembela menganggap rencana itu "pembicaraan besar" antara "orang sinting" dan "orang militer."
Dalam pengaduan kriminal asli FBI yang dikeluarkan pada 6 Oktober 2020, biro tersebut mengakui bahwa mereka “bergantung pada informasi yang diberikan oleh Confidential Human Sources (CHS) dan Undercover Employee (UCE) selama beberapa bulan.”
FBI mengatakan sementara semua informan tidak hadir dengan komplotan itu setiap saat, "minimal satu biasanya hadir selama pertemuan kelompok itu."
FBI hanya menyebutkan empat sumber yang menyamar, termasuk dua agen yang sebenarnya, dalam dokumen awalnya, jauh lebih sedikit dari 12 orang yang akhirnya terungkap dalam dokumen lanjutan.
FBI juga tidak mengungkapkan sepenuhnya keterlibatan mereka dalam rencana itu, meskipun mencatat bahwa beberapa informan dibayar untuk pekerjaan mereka.
Salah satu informan, bernama "CHS-2" dalam dokumen, dibayar USD14.800, yang menurut FBI termasuk "pelaporan dan pengeluaran".
Adapun informan berlabel "CHS-1" dibayar USD8.600. FBI tidak menyebut alasan pembayaran itu.
Meskipun tidak termasuk dalam pernyataan tertulis awal, kemudian terungkap bahwa informan lain, yang diidentifikasi hanya sebagai “Dan” dalam dokumen pemerintah, dibayar sekitar USD6.000 untuk “penggantian biaya” dan USD24.000 lainnya untuk “layanan” sebagai sumber.
FBI juga membelikannya mobil baru, menganggapnya sebagai "biaya perlindungan saksi."
“Seorang veteran Perang Irak, 'Dan', akan menjadi sangat terlibat dengan kelompok yang diduga penculik sehingga dia akhirnya naik menjadi ‘panglima kedua’," ungkap laporan BuzzFeed.
Lihat Juga :