Guru SD Jadi Presiden Peru, Tanda Rakyat Muak dengan Elite Politik

Selasa, 20 Juli 2021 - 14:59 WIB
loading...
A A A
“Tidak ada kasus seseorang yang tidak terkait dengan profesional, militer atau elite ekonomi yang mencapai kursi kepresidenan,” kata Cecilia Mendez, seorang sejarawan Peru dan profesor di University of California-Santa Barbara, kepada sebuah stasiun radio.

Fujimori, mantan anggota Kongres, mencalonkan diri untuk ketiga kalinya sebagai presiden dengan dukungan elite bisnis. Dia adalah putri dari mantan Presiden Alberto Fujimori yang dipenjara.

Ratusan orang Peru dari berbagai daerah berkemah selama lebih dari sebulan di depan Pengadilan Pemilu di Lima, Ibu Kota Peru, untuk menunggu proklamasi Castillo. Banyak yang bukan anggota partainya Castillo, "tetapi mereka mempercayai profesor karena dia tidak akan seperti politisi lain yang tidak menepati janji dan tidak membela orang miskin,” kata Maruja Inquilla, aktivis lingkungan yang datang dari kota dekat Titicaca, danau mitos suku Inca—menggambarkan muaknya rakyat dengan elite politik yang ingkar janji.

Baca juga: Siarkan Langsung Organ Intimnya di Kereta, Wanita China Ditangkap Polisi

Kebangkitan Castillo dari tidak dikenal menjadi presiden terpilih telah memecah belah bangsa Andes secara mendalam.

Penulis Mario Vargas Llosa, pemegang Hadiah Nobel untuk sastra, mengatakan Castillo mewakili hilangnya demokrasi dan kebebasan di Peru. Sementara itu, pensiunan tentara mengirim surat kepada komandan angkatan bersenjata memintanya untuk tidak menghormati kemenangan Castillo.

Fujimori mengatakan pada hari Senin bahwa dia akan menerima kemenangan Castillo, setelah menuduhnya selama sebulan melakukan kecurangan pemilu tanpa memberikan bukti apa pun.

Tuduhan itu menunda pengangkatannya sebagai presiden terpilih karena dia meminta otoritas pemilu untuk membatalkan ribuan suara, banyak di komunitas pribumi dan miskin di Andes.

“Jangan jadikan halangan untuk memajukan negara ini,” kata Castillo kepada Fujimori dalam pidato pertamanya di depan ratusan pengikutnya di Lima.

Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan 14 misi pemilu menentukan bahwa pemungutan suara itu adil. AS menyebut pemilu itu sebagai “model demokrasi” untuk wilayah tersebut.

Steven Levitsky, seorang ilmuwan politik di Harvard University, mengatakan kepada sebuah stasiun radio bahwa Castillo akan menduduki kursi kepresidenan “sangat lemah", dan dalam beberapa hal berada dalam posisi yang “sangat mirip” dengan Salvador Allende ketika dia berkuasa di Chili pada tahun 1970 dan kepada Joao Goulart, yang menjadi presiden Brazil pada tahun 1962.

“Dia memiliki hampir seluruh pendirian Lima yang menentangnya,” kata Levitsky, seorang ahli politik Amerika Latin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota Ini Tewas...
Wali Kota Ini Tewas Diberondong Tembakan Pembunuh Bayaran saat Berangkat ke Kantor
Peru Berjanji Akan Selidiki...
Peru Berjanji Akan Selidiki Pembunuhan Diplomat Indonesia
Ditembak 3 Kali, Diplomat...
Ditembak 3 Kali, Diplomat Indonesia Meninggal di Peru
Demonstran Indonesia...
Demonstran Indonesia Tuntut DPR Dibubarkan, Ini 7 Kasus Pembubaran Parlemen Paling Dramatis di Dunia
USGS Revisi Kekuatan...
USGS Revisi Kekuatan Gempa Jadi 8,8 SR, Tsunami Mencapai China Timur dan Peru
Presiden Ini Naikkan...
Presiden Ini Naikkan Gajinya 2 Kali Lipat Meski Tingkat Kepuasan Publik Nyaris Nol
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Rayakan Hari Yahudi,...
Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved