Guru SD Jadi Presiden Peru, Tanda Rakyat Muak dengan Elite Politik

Selasa, 20 Juli 2021 - 14:59 WIB
loading...
A A A
Dia menambahkan bahwa jika Castillo mencoba mengubah konstitusi Peru—yang diberlakukan pada tahun 1993 selama masa jabatan Alberto Fujimori—“tanpa membangun konsensus, (tanpa) aliansi dengan permainan tengah, itu akan sangat berbahaya karena akan menjadi pembenaran untuk sebuah coup."

Presiden terpilih tidak pernah menjabat di pemerintahan. Dia bekerja sebagai guru SD selama 25 tahun terakhir di wilayah asalnya San Luis de Puna, sebuah desa terpencil di Cajamarca. Dia berkampanye dengan memakai sandal karet dan topi lebar, seperti petani di komunitasnya, di mana 40 persen anak-anak kekurangan gizi kronis.

Pada tahun 2017, dia memimpin mogok guru terbesar dalam 30 tahun untuk mencari gaji yang lebih baik dan, meskipun dia tidak mencapai perbaikan yang substansial, dia duduk untuk berbicara dengan menteri kabinet, legislator dan birokrat.

Selama dua dekade terakhir, orang Peru telah melihat bahwa pengalaman politik sebelumnya dan gelar universitas dari lima mantan presiden mereka tidak membantu memerangi korupsi.

Semua mantan presiden Peru yang memerintah sejak 1985 telah terjerat dalam tuduhan korupsi, beberapa dipenjara atau ditangkap di rumah mewah mereka. Satu meninggal karena bunuh diri sebelum polisi bisa menahannya.

Castillo ingat bahwa perubahan pertama dalam hidupnya terjadi pada suatu malam sebagai seorang anak ketika gurunya membujuk ayahnya untuk mengizinkannya menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah yang berjarak dua jam dari rumah. Itu terjadi saat kedua orang dewasa mengunyah daun koka, kebiasaan Andes untuk mengurangi kelelahan.

“Dia sangat menderita di masa kecilnya,” kata istrinya, guru Lilia Paredes, kepada APsaat mencuci piring di rumah. Pasangan ini memiliki dua anak.

Dia sudah terbiasa berjalan jauh. Dia akan tiba di kelas dengan sandal petaninya, dengan tas pelana wol di bahunya, buku catatan dan makan siangnya, yang terdiri dari ubi jalar atau tamale yang diletakkan di dinding dengan jam.

Castillo mengatakan hidupnya ditandai dengan pekerjaan yang dia lakukan sebagai seorang anak dengan delapan saudara kandungnya, tetapi juga oleh kenangan akan perlakuan yang diterima orang tuanya yang buta huruf dari pemilik tanah tempat mereka tinggal. Dia menangis ketika dia ingat bahwa jika sewa tidak dibayar, pemilik tanah menyimpan hasil panen terbaik.

"Kamu terus melihat apa yang kamu tabur, kamu mencengkeram perutmu, dan aku tidak akan melupakan itu, aku juga tidak akan memaafkannya," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota Ini Tewas...
Wali Kota Ini Tewas Diberondong Tembakan Pembunuh Bayaran saat Berangkat ke Kantor
Peru Berjanji Akan Selidiki...
Peru Berjanji Akan Selidiki Pembunuhan Diplomat Indonesia
Ditembak 3 Kali, Diplomat...
Ditembak 3 Kali, Diplomat Indonesia Meninggal di Peru
Demonstran Indonesia...
Demonstran Indonesia Tuntut DPR Dibubarkan, Ini 7 Kasus Pembubaran Parlemen Paling Dramatis di Dunia
USGS Revisi Kekuatan...
USGS Revisi Kekuatan Gempa Jadi 8,8 SR, Tsunami Mencapai China Timur dan Peru
Presiden Ini Naikkan...
Presiden Ini Naikkan Gajinya 2 Kali Lipat Meski Tingkat Kepuasan Publik Nyaris Nol
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Kesepakatan Damai AS-Iran...
Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved