Menengok Sejarah Hubungan Masyarakat Makassar dan Suku Aborigin Australia

Minggu, 18 Juli 2021 - 17:34 WIB
loading...
Menengok Sejarah Hubungan...
Kepala Pusat Kuratorial Pengetahuan Adat, Museum Nasional Australia, Margo Neale mengatakan bahwa hubungan sudah terjalin sejak tahun 1700 an, saat nelayan Makassar melakukan kontak dengan orang-orang Yol?u. Foto/Campbell Macknight
A A A
JAKARTA - Hubungan antara Australia dan Indonesia secara resmi terbentuk pada 1949, saat Canberra mengakui kemerdekaan Jakarta. Namun, secara informal hubungan kedua negara sudah terjalin beberapa ratus tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Kuratorial Pengetahuan Adat, Museum Nasional Australia, Margo Neale mengatakan bahwa hubungan kedua negara sudah terjalin sejak tahun 1700 an, saat nelayan Makassar menyambangi wilayah Arnhem Land, di tenggara Australia dan melakukan kontak denganorang-orang Yolŋu.

"Sudah ada hubungan yang terjalin penduduk di Arnhem Land dan orang Sulawesi Selatan. Setiap tahun ada semacam pembaruan hubungan serta transaksi," ucap Neale, saat melakukan wawancara secara virtual dengan sejumlah awak media.

"Sekitar 400 tahun yang lalu, orang Aborigin juga tinggal di Sulawesi Selatan dan memiliki keluarga di sana. Hubungan kedua pihak juga selalu terjaga. Dalam 20-30 thun ini ada perayaan reuni dan semacam atensi kepada pertukaran hubungan yang dimulai 300-400 tahun lalu,"sambungnya.

Wanita, yang juga merupakan keturunan salah satu suku Aborigin itu kemudian apa hal yang melatarbelakangi hubungan orang Makassar dengan suku Aborigin diAustraliabisa terjalin begitu panjang. Baca juga: Australia Gelar Tur Virtual Rayakan Sejarah, Seni dan Budaya Penduduk Asli

"Ada ritual dan perayaan serta penggunaan bahasa dari Sulawesi Selatan yang erat hubungannya dengan orang Aborigin. Oleh karenanya, hubungan kedua pihak bisa berlangsung lama. Bahkan sampai area selatan Tasmania juga terjadi komunikasi," ujarnya.

Dia kemudian mengatakan bahwa komunikasi dan kerjasama yang terjalin antara nelayan Makassar dan juga orang Yolnu tidak hanya menciptakan pertukaran budaya, seperti yang terlihat pada kesenian, perhiasan atau kain, tapi juga bahasa.

"Bahas orang Yolnu ada sedikit kesamaan (dengan Makassar) misalnya dalam hal uang, ada jamak dan beberapa kata dalam bahasa itu ada pengaruhnya, dan bahkan ada kesamaan genetik dari orang Yolnu dan juga orang Makassar," tukasnya.

Neale mengatakan, hubungan antara orang Makassar dan orang-orang Yolnu terhenti sejak orang Inggris datang ke Australia pada awal 1900an. Menurutnya adanya aturan yang diterapkan Inggris, sepeti lisensi, pajak dan lain-lain, yang membuat hubungan itu terhenti.

Tapi, dia mengatakan dalam 10 tahun terakhir muncul keinginan dari orang-orang Yolnu untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang Makassar, khususnya yang memiliki hubungan dengan mereka. Baca juga:S aat Meninggal, Jutawan Australia Ingin Dikubur di Dalam Mobil Morgan

"Dalam 10 atau 20 tahun terakhir, karena mulai banyak orang, akademisi dan antropologis, mempelajari sejarah soal orang Makassar mengunjungi Australia, jadi semakin banyak informasi yang tersedia dan semakin banyak ketertarikan dari orang-orang Aborigin untuk melakukan perjalanan (ke Makassar), untuk melakukan reuni dengan keluarga jauh mereka dan merayakan tahun-tahun emas mereka," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved