Protes UU Keamanan China di Hong Kong, 300 Orang Ditangkap
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah wawancara dengan CCTV stasiun televisi milik China, Sekretaris Keamanan Hong Kong John Lee mengatakan polisi telah mengadopsi taktik baru untuk mengendalikan situasi segera setelah "sesuatu terjadi".
Sebelumnya pihak kepolisian Hong Kong telah memperketat pengamanan di sekitar gedung Dewan Legislatif. Mereka berusaha untuk menghalangi para pengunjuk rasa yang berencana mengganggu debat rancangan undang-undang (RUU) yang akan mengkriminalkan rasa tidak hormat terhadap lagu kebangsaan China. RUU itu diharapkan ditetapkan menjadi undang-undang pada bulan depan.
Marah atas ancaman yang dirasakan terhadap kebebasan kota semi-otonom, warga Hong Kong dari segala usia turun ke jalan. Beberapa dari mereka mengenakan pakaian hitam, beberapa mengenakan pakaian kantor atau seragam sekolah dan beberapa menyembunyikan wajah mereka di bawah payung terbuka dalam adegan yang mengingatkan akan kerusuhan yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.
"Meskipun Anda takut di dalam hati, Anda perlu berbicara," kata Chang (29) seorang pegawai dan pemrotes yang berpakaian hitam dengan respirator helm dan kacamata di ranselnya.
Aksi demonstrasi ini membuat banyak toko, bank, dan kantor tutup lebih awal.
Protes terbaru mengikuti proposal pemerintah China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang bertujuan mengatasi rongrongan pemisahan diri, subversi dan terorisme di Hong Kong.
Undang-undang itu dapat membuat badan intelijen China mendirikan markas di Hong Kong.
Sebelumnya pihak kepolisian Hong Kong telah memperketat pengamanan di sekitar gedung Dewan Legislatif. Mereka berusaha untuk menghalangi para pengunjuk rasa yang berencana mengganggu debat rancangan undang-undang (RUU) yang akan mengkriminalkan rasa tidak hormat terhadap lagu kebangsaan China. RUU itu diharapkan ditetapkan menjadi undang-undang pada bulan depan.
Marah atas ancaman yang dirasakan terhadap kebebasan kota semi-otonom, warga Hong Kong dari segala usia turun ke jalan. Beberapa dari mereka mengenakan pakaian hitam, beberapa mengenakan pakaian kantor atau seragam sekolah dan beberapa menyembunyikan wajah mereka di bawah payung terbuka dalam adegan yang mengingatkan akan kerusuhan yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.
"Meskipun Anda takut di dalam hati, Anda perlu berbicara," kata Chang (29) seorang pegawai dan pemrotes yang berpakaian hitam dengan respirator helm dan kacamata di ranselnya.
Aksi demonstrasi ini membuat banyak toko, bank, dan kantor tutup lebih awal.
Protes terbaru mengikuti proposal pemerintah China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang bertujuan mengatasi rongrongan pemisahan diri, subversi dan terorisme di Hong Kong.
Undang-undang itu dapat membuat badan intelijen China mendirikan markas di Hong Kong.
Lihat Juga :