Biden: Facebook 'Membunuh Orang' dengan Misinformasi COVID-19

Sabtu, 17 Juli 2021 - 19:38 WIB
loading...
Biden: Facebook Membunuh...
Presiden AS Joe Biden mengatakan media sosial seperti Facebook membunuh orang dengan informasi yang salah seputar pandemi COVID-19. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa platform media sosial seperti Facebook "membunuh orang" dengan informasi yang salah seputar pandemi COVID-19 . Pernyataan itu dilontarkannya ketika Gedung Putih meningkatkan retorikanya seputar informasi palsu di media sosial mengenai pandemi tersebut.

“Mereka membunuh orang – maksud saya mereka benar-benar, lihat, satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah di antara yang tidak divaksinasi,” kata Biden kepada wartawan ketika dia meninggalkan Gedung Putih menuju Camp David.

"Dan mereka membunuh orang," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Trump Gugat Twitter, Google dan Facebook dengan Dalih Korban Penyensoran

Ahli Bedah Umum AS Dr. Vivek Murthy pada Kamis memperingatkan kesalahan informasi kesehatan adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, dan pemerintah secara langsung menyebut raksasa media sosial Facebook karena tidak berbuat cukup untuk menghentikan penyebaran informasi palsu di platformnya.

"Pertemuan antara pemerintahan Biden dan Facebook dalam beberapa pekan terakhir telah menegangkan," kata seorang sumber yang akrab dengan percakapan itu kepada CNN.

Sumber itu mengatakan para pejabat Biden yang khawatir tentang kesalahan informasi vaksin di Facebook telah menyimpulkan bahwa perusahaan itu tidak menganggap masalah ini sangat serius, atau mereka menyembunyikan sesuatu, karena apa yang mereka pandang sebagai keengganan Facebook untuk menangani kesalahan informasi terkait vaksin COVID-19.

Baca juga: Biden: Tidak Ada Agenda Mengirim Pasukan AS ke Haiti

Sebagai tanggapan, juru bicara Facebook mengatakan kepada CNN: "Kami tidak akan terganggu oleh tuduhan yang tidak didukung oleh fakta. Faktanya adalah bahwa lebih dari 2 miliar orang telah melihat informasi resmi tentang COVID-19 dan vaksin di Facebook, yaitu lebih dari tempat lain di internet."

Sebelumnya, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengecam platform media sosial karena mengambil tindakan yang tidak memadai terhadap informasi yang salah.

"Mengapa kita tidak berpartisipasi dalam proses yang akan membantu memberikan informasi yang akurat di luar sana?" kata Psaki.

Psaki mengatakan Gedung Putih tidak menganggap respons yang diberikan Facebook dan berbagi informasi seputar misinformasi vaksin cukup memadai.

Pada hari Kamis, Psaki mengutip empat tindakan yang diinginkan oleh pemerintah untuk diambil oleh platform media sosial: mengukur dan membagikan secara publik dampak informasi yang salah pada platform mereka, menerapkan strategi penegakan yang lebih kuat, mengambil tindakan lebih cepat terhadap unggahan berbahaya, dan mempromosikan informasi berkualitas dalam algoritme umpan mereka.

Baca juga: China Tinjau Proposal Misi Baru WHO Selidiki Asal-usul COVID-19

Ditanya oleh CNN Phil Mattingly pada hari Jumat untuk menguraikan permintaan dan apakah Facebook telah menerima permintaan tersebut, Psaki menjelaskan bahwa Gedung Putih secara teratur berhubungan dengan platform media sosial.

"Kami secara teratur memastikan platform media sosial mengetahui narasi terbaru yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang kami dan banyak orang Amerika lainnya lihat di semua media sosial dan tradisional," ujarnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved