Rusia Peringatkan AS Tidak Sebar Pasukan di Negara Bekas Soviet

Selasa, 13 Juli 2021 - 23:43 WIB
loading...
A A A
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menekankan bahwa Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan adalah semua anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, dan setiap kehadiran pasukan asing di wilayah mereka harus didukung oleh pakta keamanan. Dia menambahkan bahwa tidak satu pun dari negara-negara itu yang mengangkat masalah ini.

Tajikistan dan Kirgistan sama-sama menjadi tuan rumah pangkalan militer Rusia. Kirgistan, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS yang mendukung operasi di Afghanistan, menutupnya pada tahun 2014.

Uzbekistan, yang juga menjadi tuan rumah pangkalan AS, memerintahkannya untuk ditutup pada 2005 di tengah ketegangan dengan Washington.

“Saya tidak berpikir bahwa munculnya fasilitas militer baru Amerika di Asia Tengah akan meningkatkan keamanan di kawasan itu,” kata Lavrov.

Pemerintahan Joe Biden dilaporkan telah mempertimbangkan Uzbekistan dan Tajikistan yang berbatasan dengan Afghanistan, serta Kazakhstan, sebagai area pementasan yang mungkin untuk pemantauan dan dengan cepat merespons masalah keamanan yang mungkin mengikuti penarikan militer AS dari Afghanistan.

“Saya tidak berpikir ada orang yang tertarik untuk menjadi sandera kebijakan dan niat AS seperti itu, dan mengundang pembalasan,” kata Lavrov.

Menteri Luar Negeri Rusia itu lantas mempertanyakan hasil apa yang akan dicapai dengan kehadiran kecil pasukan AS di luar Afghanistan ketika 100.000 pasukan NATO di dalam negeri itu gagal melakukan apa pun.

"Kemungkinan besar, mereka hanya ingin memastikan kehadiran militer mereka di Asia Tengah dan dapat mempengaruhi situasi di kawasan ini," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved