Beredar Video Taliban Eksekusi 22 Pasukan Komando Afghanistan
Selasa, 13 Juli 2021 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pria mengatakan pasukan komando Afghanistan tiba di kota dengan beberapa tank tetapi kehabisan amunisi setelah dua jam pertempuran dan tidak mendapat dukungan dari udara.
"Para (pasukan) komando dikepung oleh Taliban. Kemudian mereka (Taliban) membawa mereka (pasukan komando) ke tengah jalan dan menembak mereka semua," kata saksi.
Baca juga: Taliban Makin Tak Terbendung, India Tarik Personel dari Konsulat di Kandahar
Dia juga menyebut beberapa pejuang Taliban tidak berasal dari wilayah tersebut dan mungkin orang asing karena dia tidak mengerti apa yang mereka katakan ketika mereka berbicara di antara mereka sendiri.
Saksi kedua - seorang penjaga toko di pasar tempat penembakan itu terjadi - setuju bahwa beberapa pejuang Taliban terdengar asing. Dia mengatakan pasukan komando tidak berperang.
"Mereka semua mengangkat tangan dan menyerah, dan (Taliban) hanya menembak," ungkapnya.
Penjaga toko lain menguatkan kesaksian ini: "Saya sangat takut ketika Taliban mulai menembaki pasukan komando. Pada hari itu semua orang takut. Saya bersembunyi di toko saya."
Dia mengatakan dia menyaksikan penembakan itu terjadi melalui lubang kecil di dinding.
Pembunuhan tentara sangat kontras dengan upaya Taliban untuk menunjukkan bahwa mereka menerima penyerahan tentara dan, dalam beberapa kasus, membayar mereka untuk pulang karena membuat keuntungan teritorial di Afghanistan.
Taliban memposting video tiga hari setelah pertempuran di Dawlat Abad, yang menunjukkan penyitaan truk dan senjata militer. Video tersebut mengklaim bahwa "penjaga Washington, komando khusus CIA yang dilatih khusus yang telah mengejar Taliban di Dawlat Abad, Faryab, ditangkap hidup-hidup oleh Taliban, dilucuti dan diborgol."
Baca juga: Taliban Semakin Merajarela, WNI Diminta Tinggalkan Afghanistan
"Para (pasukan) komando dikepung oleh Taliban. Kemudian mereka (Taliban) membawa mereka (pasukan komando) ke tengah jalan dan menembak mereka semua," kata saksi.
Baca juga: Taliban Makin Tak Terbendung, India Tarik Personel dari Konsulat di Kandahar
Dia juga menyebut beberapa pejuang Taliban tidak berasal dari wilayah tersebut dan mungkin orang asing karena dia tidak mengerti apa yang mereka katakan ketika mereka berbicara di antara mereka sendiri.
Saksi kedua - seorang penjaga toko di pasar tempat penembakan itu terjadi - setuju bahwa beberapa pejuang Taliban terdengar asing. Dia mengatakan pasukan komando tidak berperang.
"Mereka semua mengangkat tangan dan menyerah, dan (Taliban) hanya menembak," ungkapnya.
Penjaga toko lain menguatkan kesaksian ini: "Saya sangat takut ketika Taliban mulai menembaki pasukan komando. Pada hari itu semua orang takut. Saya bersembunyi di toko saya."
Dia mengatakan dia menyaksikan penembakan itu terjadi melalui lubang kecil di dinding.
Pembunuhan tentara sangat kontras dengan upaya Taliban untuk menunjukkan bahwa mereka menerima penyerahan tentara dan, dalam beberapa kasus, membayar mereka untuk pulang karena membuat keuntungan teritorial di Afghanistan.
Taliban memposting video tiga hari setelah pertempuran di Dawlat Abad, yang menunjukkan penyitaan truk dan senjata militer. Video tersebut mengklaim bahwa "penjaga Washington, komando khusus CIA yang dilatih khusus yang telah mengejar Taliban di Dawlat Abad, Faryab, ditangkap hidup-hidup oleh Taliban, dilucuti dan diborgol."
Baca juga: Taliban Semakin Merajarela, WNI Diminta Tinggalkan Afghanistan
Lihat Juga :