Langka, Kedubes AS Kecam Penghancuran Rumah Warga Palestina Oleh Israel
Jum'at, 09 Juli 2021 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: AS Kritik Israel Atas Aneksasi Wilayah dan Pengusiran Warga Palestina
Pihak berwenang Israel telah berusaha untuk membenarkan penghancuran rumah sebagai hukuman dengan klaim bahwa praktik tersebut menghalangi warga Palestina lainnya untuk merencanakan atau melakukan serangan karena mengkhawatirkan rumah keluarga mereka.
Tetapi B'Tselem mencatat: "Negara tidak pernah menunjukkan angka apa pun untuk membuktikan bahwa penghancuran itu, pada kenyataannya, mencegah warga Palestina melakukan serangan, juga tidak pernah ditekan untuk melakukannya."
Pada tahun 2005, sebuah komite militer Israel menetapkan bahwa kemanjuran penghancuran rumah sebagai pencegah dipertanyakan, dan itu menimbulkan kebencian yang menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan.
"Bahkan jika efek jera ini tercapai, itu tidak akan membuat kebijakan itu bermoral atau legal," kata B'Tselem.
"Dengan melukai orang yang tidak bersalah untuk mencapai tujuan yang tidak ada hubungannya dengan mereka, pihak berwenang memperlakukan orang-orang ini sebagai sarana daripada sebagai manusia yang mandiri dengan hak. Kebijakan seperti itu pada dasarnya tidak bermoral dan melanggar hukum," demikian kata B'Tselem.
Baca juga: Presiden Israel Menyamar dengan Wig dan Jenggot Palsu, Berkeliaran di Jalan
Pihak berwenang Israel telah berusaha untuk membenarkan penghancuran rumah sebagai hukuman dengan klaim bahwa praktik tersebut menghalangi warga Palestina lainnya untuk merencanakan atau melakukan serangan karena mengkhawatirkan rumah keluarga mereka.
Tetapi B'Tselem mencatat: "Negara tidak pernah menunjukkan angka apa pun untuk membuktikan bahwa penghancuran itu, pada kenyataannya, mencegah warga Palestina melakukan serangan, juga tidak pernah ditekan untuk melakukannya."
Pada tahun 2005, sebuah komite militer Israel menetapkan bahwa kemanjuran penghancuran rumah sebagai pencegah dipertanyakan, dan itu menimbulkan kebencian yang menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan.
"Bahkan jika efek jera ini tercapai, itu tidak akan membuat kebijakan itu bermoral atau legal," kata B'Tselem.
"Dengan melukai orang yang tidak bersalah untuk mencapai tujuan yang tidak ada hubungannya dengan mereka, pihak berwenang memperlakukan orang-orang ini sebagai sarana daripada sebagai manusia yang mandiri dengan hak. Kebijakan seperti itu pada dasarnya tidak bermoral dan melanggar hukum," demikian kata B'Tselem.
Baca juga: Presiden Israel Menyamar dengan Wig dan Jenggot Palsu, Berkeliaran di Jalan
(ian)
Lihat Juga :