Biden: Perang AS di Afghanistan Akan Berakhir Pada 31 Agustus

Jum'at, 09 Juli 2021 - 02:47 WIB
loading...
A A A
Sebelum pidatonya, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pejabat pemerintahan Biden selalu mengantisipasi peningkatan dalam kekerasan dan kekacauan yang lebih besar saat penarikan AS bergerak maju. Dia menambahkan bahwa memperpanjang keterlibatan militer AS, mengingat mantan Presiden Donald Trump telah setuju untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan pada Mei 2021, akan menyebabkan eskalasi serangan terhadap pasukan Amerika.

"Pertanyaan mendasar yang dihadapinya adalah setelah 20 tahun apakah dia akan mengerahkan lebih banyak pasukan Amerika untuk perang saudara di Afghanistan," kata Psaki.

Pasukan AS awal pekan ini mengosongkan Lapangan Terbang Bagram – pusat komando AS untuk menggulingkan Taliban dan memburu para pelaku serangan teroris tahun 2001 di AS yang memicu perangterhadap al-Qaida.

Baca juga: Jenderal Afghanistan: Pasukan AS Tinggalkan Bagram Tanpa Pesan

Pasukan AS yang tersisa sekarang terkonsentrasi di Ibu Kota Kabul. Pentagon mengatakan komandan tertinggi AS di Afghanistan, Jenderal Scott Miller, diperkirakan akan mengakhiri tugasnya akhir bulan ini karena pengaturan akhir dibuat untuk pengurangan misi militer AS.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
AS dan Israel Adalah...
AS dan Israel Adalah Dalang Perang Saudara di Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved