Israel Tutup Kasus Agen Shin Bet Pelaku Kekerasan Terhadap Warga Palestina
Rabu, 07 Juli 2021 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
"Saya melihat Saban memecahkan kaca dengan palu," ungkapnya.
Baca juga: Terungkap, Informan Shin Bet Dalang Aksi Kejahatan Terhadap Komunitas Palestina
Dia juga menggunakan palu itu ke rak piring dan barang-barang lainnya di rumah, menurut rekannya, sebelum meninggalkan rumah dan berbalik ke mobil.
"Dia mencoba memecahkan salah satu jendela, lalu dia memalu sunroof dan kacanya pecah. Tidak ada gunanya, kecuali untuk menakut-nakuti keluarga," sambungnya.
Sementara itu, seorang mayor infanteri mengatakan dia menyaksikan adegan itu dan telah bertanya kepada seorang penjaga keamanan "apakah ini baik-baik saja."
Setelah diberitahu bahwa langkah itu adalah taktik tekanan, prajurit infanteri itu melihat ke arah Saban yang menegaskan bahwa tidak ada masalah, mengaku melakukan "prosedur".
Mayor itu menambahkan: "Saya salah membiarkan dia terus bertingkah seperti itu. Setelah dia merusak sunroof, saya memutuskan kita selesai di rumah ini".
Sementara itu, "Saban" mengaku bahwa dia ingin membuat pertunjukan kecil sehingga jika tersangka berada di dekatnya, dia akan mendengarnya dan menyerahkan diri, atau keluarganya akan memaksanya menyerahkan diri.
"Mereka terus berbohong tentang di mana dia berada, jadi saya memutuskan untuk merusak rumah untuk menekan mereka," akunya.
"Saya bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya tidak pernah menggunakan kekerasan pada siapa pun tanpa perlu," sambungnya.
Berkas itu akhirnya ditutup dan dikembalikan ke Shin Bet, di mana keputusan internal dibuat untuk menahan tersangka operatif hanya melakukan tugas kantor.
Pada awal 2019, waktu "Saban" dengan badan misterius itu berakhir.
Baca juga: Terungkap, Informan Shin Bet Dalang Aksi Kejahatan Terhadap Komunitas Palestina
Dia juga menggunakan palu itu ke rak piring dan barang-barang lainnya di rumah, menurut rekannya, sebelum meninggalkan rumah dan berbalik ke mobil.
"Dia mencoba memecahkan salah satu jendela, lalu dia memalu sunroof dan kacanya pecah. Tidak ada gunanya, kecuali untuk menakut-nakuti keluarga," sambungnya.
Sementara itu, seorang mayor infanteri mengatakan dia menyaksikan adegan itu dan telah bertanya kepada seorang penjaga keamanan "apakah ini baik-baik saja."
Setelah diberitahu bahwa langkah itu adalah taktik tekanan, prajurit infanteri itu melihat ke arah Saban yang menegaskan bahwa tidak ada masalah, mengaku melakukan "prosedur".
Mayor itu menambahkan: "Saya salah membiarkan dia terus bertingkah seperti itu. Setelah dia merusak sunroof, saya memutuskan kita selesai di rumah ini".
Sementara itu, "Saban" mengaku bahwa dia ingin membuat pertunjukan kecil sehingga jika tersangka berada di dekatnya, dia akan mendengarnya dan menyerahkan diri, atau keluarganya akan memaksanya menyerahkan diri.
"Mereka terus berbohong tentang di mana dia berada, jadi saya memutuskan untuk merusak rumah untuk menekan mereka," akunya.
"Saya bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya tidak pernah menggunakan kekerasan pada siapa pun tanpa perlu," sambungnya.
Berkas itu akhirnya ditutup dan dikembalikan ke Shin Bet, di mana keputusan internal dibuat untuk menahan tersangka operatif hanya melakukan tugas kantor.
Pada awal 2019, waktu "Saban" dengan badan misterius itu berakhir.
Lihat Juga :