Pidato Berapi-api, Anggota Parlemen Inggris Bela Nabi Muhammad SAW
Rabu, 07 Juli 2021 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rusia kepada Inggris: Setop Provokasi di Laut Hitam!
"Undang-undang yang diusulkan ini akan menempatkan hukuman maksimum 10 tahun bagi orang-orang yang merusak atau menyerang patung, menegaskan dalam hukum Inggris hukuman yang jauh lebih tinggi untuk menyerang patung," ujar dia.
Baca juga: Qatar Danai 49% Pabrik Tank Turki, Industri Pertahanan Makin Kuat
“Yang menimbulkan pertanyaan, mengapa? Mengapa seseorang diberi hukuman yang jauh lebih berat karena menyerang patung batu atau besi dibandingkan dengan merusak tembok batu atau gerbang besi, terutama karena secara fisik mereka identik; tidak ada yang hidup, tidak dapat dilukai atau perasaan mereka terluka dan terbuat dari elemen yang sama, namun untuk satu hal ada yang lebih penting? Aku hanya bertanya, kenapa?” tanya dia.
Shah menggunakan pidatonya untuk menyoroti masalah yang sama yang dihadapi Muslim di Inggris dan di dunia ketika menyangkut pencemaran nama baik terhadap apa yang mereka sayangi.
“Sebagai seorang Muslim, bagi saya dan jutaan Muslim di seluruh negeri ini dan seperempat populasi dunia yang juga Muslim, dengan setiap hari dan setiap tarikan napas, tidak ada satu hal pun di dunia yang kita peringati dan hormati lebih dari Nabi Muhammad (saw) tercinta kami,” tegas dia.
Shah menarik perbandingan antara keterikatan rakyat Inggris dengan tokoh-tokoh seperti Winston Churchill dan Oliver Cromwell dengan cinta dan kasih sayang umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
"Undang-undang yang diusulkan ini akan menempatkan hukuman maksimum 10 tahun bagi orang-orang yang merusak atau menyerang patung, menegaskan dalam hukum Inggris hukuman yang jauh lebih tinggi untuk menyerang patung," ujar dia.
Baca juga: Qatar Danai 49% Pabrik Tank Turki, Industri Pertahanan Makin Kuat
“Yang menimbulkan pertanyaan, mengapa? Mengapa seseorang diberi hukuman yang jauh lebih berat karena menyerang patung batu atau besi dibandingkan dengan merusak tembok batu atau gerbang besi, terutama karena secara fisik mereka identik; tidak ada yang hidup, tidak dapat dilukai atau perasaan mereka terluka dan terbuat dari elemen yang sama, namun untuk satu hal ada yang lebih penting? Aku hanya bertanya, kenapa?” tanya dia.
Shah menggunakan pidatonya untuk menyoroti masalah yang sama yang dihadapi Muslim di Inggris dan di dunia ketika menyangkut pencemaran nama baik terhadap apa yang mereka sayangi.
“Sebagai seorang Muslim, bagi saya dan jutaan Muslim di seluruh negeri ini dan seperempat populasi dunia yang juga Muslim, dengan setiap hari dan setiap tarikan napas, tidak ada satu hal pun di dunia yang kita peringati dan hormati lebih dari Nabi Muhammad (saw) tercinta kami,” tegas dia.
Shah menarik perbandingan antara keterikatan rakyat Inggris dengan tokoh-tokoh seperti Winston Churchill dan Oliver Cromwell dengan cinta dan kasih sayang umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
Lihat Juga :