Rusia kepada Inggris: Setop Provokasi di Laut Hitam!

Selasa, 06 Juli 2021 - 18:49 WIB
loading...
Rusia kepada Inggris:...
Rusia menyerukan Inggris untuk menghentikan aksi provokasi di Laut Hitam. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Rusiamenyerukan Inggris untuk menghentikan aksi provokasi mereka setelah insiden dengan kapal perang HMS Defender. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, seraya menambahkan bahwa Laut Hitam bukanlah tempat untuk permainan semacam itu.

"Anda perlu berbicara selangsung mungkin dengan para provokator, secara substantif menjelaskan dengan jari Anda bahwa lain kali mereka harus mengesampingkan provokasi mereka dan tidak ikut campur di sini. Dan risiko konflik sebagai akibat dari ini dapat meningkat bahkan lebih," kata Ryabkov dalam sebuah wawancara dengan majalah Mezhdunarodnaya Zhizn yang dinukil Sputnik, Selasa (6/7/2021).

"Laut Hitam bukan tempat di mana permainan seperti itu diizinkan," tegasnya.

Pada 23 Juni, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perusak Angkatan Laut Inggris HMS Defender memasuki perairan teritorial negara itu di dekat Tanjung Fiolent di Crimea. Armada Laut Hitam Rusia dan pasukan keamanan perbatasan harus melepaskan tembakan peringatan untuk mengalihkan kapal perusak tersebut.

Militer juga mengerahkan pesawat tempur Su-24M untuk menjatuhkan bom di jalur HMS Defender, guna memaksa kapal perusak Inggris itu meninggalkan perairan Rusia setelah mengabaikan peringatan lain yang memerintahkannya untuk melakukannya.

Baca juga: Usir Kapal Perang Inggris, Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan Hingga Jatuhkan Bom

London secara resmi menyatakan bahwa tidak ada tembakan peringatan yang ditembakkan ke HMS Defender, dan kapal itu hanya melakukan lintas damai melalui perairan teritorial Ukraina sesuai dengan hukum internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved