Presiden Swiss Ucapkan Selamat ke Presiden Terpilih Iran Picu Kemarahan
Selasa, 06 Juli 2021 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Kecaman untuk Parmelin salah satunya datang dari Mariam Memarsadeghi, seorang warga Iran-Amerika dan fellow senior di Macdonald-Laurier Institute.
"Mengucapkan selamat kepada Raisi si tukang jagal karena 'memenangkan' pemilu palsu yang diboikot oleh rakyat Iran bukan hanya penghinaan terhadap jutaan orang yang telah terpengaruh oleh penyiksaan dan eksekusi yang kejam. Ini adalah penghinaan terhadap nilai-nilai paling dasar negara demokrasi mana pun. Tradisi netralitas politik Swiss seharusnya tidak berarti tunduk pada legitimasi penguasa jahat dari rezim jahat," kata Memarsadeghi kepada The Jerusalem Post, yang dilansir Selasa (6/7/2021).
Mina Bai, seorang Iran-Norwegia dan komentator politik di surat kabar Norwegia Nettavisen, mengatakan kepada The Jerusalem Post; "Para pemimpin Eropa tidak membuat rakyat Iran terkesan berjuang untuk kebebasan dan martabat mereka dengan terus-menerus berpihak pada rezim karena alasan keuntungan ekonomi yang jelas. Catatan kelam Raisi bukanlah rahasia bagi siapa pun, namun mereka tidak peduli. Sejarah tidak akan terlupakan, seperti pengalaman Nazi yang berulang.”
Baca juga: Bintang Syur Rusia Tewas usai Jatuh dari Lantai 22 Gedung Bertingkat
Karmel Melamed, seorang jurnalis dan aktivis Iran-Amerika untuk agama minoritas di Iran, mengatakan; "Sungguh memalukan dan menyedihkan ketika presiden Swiss bersama dengan para pemimpin besar lainnya di Eropa merendahkan diri di kaki rezim Ayatollah untuk mengirim salam atas penunjukan mereka kepada Raisi, seorang pria yang telah melakukan kejahatan besar terhadap kemanusiaan. Tampaknya para pemimpin Eropa lebih tertarik pada kepentingan keuangan mereka dengan Ayatollah daripada HAM bagi rakyat Iran yang jelas-jelas menentang rezim ini."
"Mengucapkan selamat kepada Raisi si tukang jagal karena 'memenangkan' pemilu palsu yang diboikot oleh rakyat Iran bukan hanya penghinaan terhadap jutaan orang yang telah terpengaruh oleh penyiksaan dan eksekusi yang kejam. Ini adalah penghinaan terhadap nilai-nilai paling dasar negara demokrasi mana pun. Tradisi netralitas politik Swiss seharusnya tidak berarti tunduk pada legitimasi penguasa jahat dari rezim jahat," kata Memarsadeghi kepada The Jerusalem Post, yang dilansir Selasa (6/7/2021).
Mina Bai, seorang Iran-Norwegia dan komentator politik di surat kabar Norwegia Nettavisen, mengatakan kepada The Jerusalem Post; "Para pemimpin Eropa tidak membuat rakyat Iran terkesan berjuang untuk kebebasan dan martabat mereka dengan terus-menerus berpihak pada rezim karena alasan keuntungan ekonomi yang jelas. Catatan kelam Raisi bukanlah rahasia bagi siapa pun, namun mereka tidak peduli. Sejarah tidak akan terlupakan, seperti pengalaman Nazi yang berulang.”
Baca juga: Bintang Syur Rusia Tewas usai Jatuh dari Lantai 22 Gedung Bertingkat
Karmel Melamed, seorang jurnalis dan aktivis Iran-Amerika untuk agama minoritas di Iran, mengatakan; "Sungguh memalukan dan menyedihkan ketika presiden Swiss bersama dengan para pemimpin besar lainnya di Eropa merendahkan diri di kaki rezim Ayatollah untuk mengirim salam atas penunjukan mereka kepada Raisi, seorang pria yang telah melakukan kejahatan besar terhadap kemanusiaan. Tampaknya para pemimpin Eropa lebih tertarik pada kepentingan keuangan mereka dengan Ayatollah daripada HAM bagi rakyat Iran yang jelas-jelas menentang rezim ini."
Lihat Juga :