Tentara AS Hengkang, Pasukan Khusus Inggris Tetap di Afghanistan
Senin, 05 Juli 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Seorang sumber militer senior Inggris mengatakan keputusan apakah akan menarik semua 750 tentara yang tersisa dari negara yang dilanda perang untuk selamanya atau meninggalkan beberapa pasukan di tengah serangan Taliban yang sedang berlangsung, belum dibuat.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, yang memiliki keputusan akhir atas masalah ini, diperkirakan akan mengumumkannya pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada hari Senin (5/7/2021).
Laporan sebelumnya di media Inggris menunjukkan bahwa pasukan Inggris mungkin sudah keluar dari Afghanistan pada 4 Juli, batas waktu yang tampaknya sesuai dengan penarikan tentara AS dari Pangkalan Udara Bagram, pusat militer koalisi utama di negara itu, yang terletak di dekat Kabul.
Seorang pejabat pemerintah Inggris mengatakan bahwa London “berhak” untuk mengirim pasukan kembali ke Afghanistan, baik sebagai bagian dari koalisi atau secara sepihak, jika bagian Afghanistan dikuasai oleh teroris.
Kekhawatiran serupa dikemukakan oleh mantan kepala MI6, Dinas Intelijen Rahasia Inggris, Alex Yanger. Berbicara kepada Sky News pada hari Minggu, Yanger, yang menjalankan MI6 hingga September lalu, berpendapat bahwa penarikan pasukan AS dan sekutunya dapat menimbulkan kebangkitan kelompok teroris, seperti Al-Qaeda dan ISIS.
Membandingkan situasi Afghanistan saat ini dengan situasi penarikan pasukan Soviet dari Afghanistan pada tahun 1989, Yanger bersikeras bahwa Barat harus tetap aktif di Afghanistan daripada membuat “kesalahan besar” dengan membiarkannya sendiri dan membiarkan kelompok teroris bangkit.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, yang memiliki keputusan akhir atas masalah ini, diperkirakan akan mengumumkannya pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada hari Senin (5/7/2021).
Laporan sebelumnya di media Inggris menunjukkan bahwa pasukan Inggris mungkin sudah keluar dari Afghanistan pada 4 Juli, batas waktu yang tampaknya sesuai dengan penarikan tentara AS dari Pangkalan Udara Bagram, pusat militer koalisi utama di negara itu, yang terletak di dekat Kabul.
Seorang pejabat pemerintah Inggris mengatakan bahwa London “berhak” untuk mengirim pasukan kembali ke Afghanistan, baik sebagai bagian dari koalisi atau secara sepihak, jika bagian Afghanistan dikuasai oleh teroris.
Kekhawatiran serupa dikemukakan oleh mantan kepala MI6, Dinas Intelijen Rahasia Inggris, Alex Yanger. Berbicara kepada Sky News pada hari Minggu, Yanger, yang menjalankan MI6 hingga September lalu, berpendapat bahwa penarikan pasukan AS dan sekutunya dapat menimbulkan kebangkitan kelompok teroris, seperti Al-Qaeda dan ISIS.
Membandingkan situasi Afghanistan saat ini dengan situasi penarikan pasukan Soviet dari Afghanistan pada tahun 1989, Yanger bersikeras bahwa Barat harus tetap aktif di Afghanistan daripada membuat “kesalahan besar” dengan membiarkannya sendiri dan membiarkan kelompok teroris bangkit.
Lihat Juga :