AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda

Minggu, 04 Juli 2021 - 16:11 WIB
loading...
AS Tawarkan Imbalan...
AS tawarkan imbalan hingga Rp58 miliar untuk menangkap petinggi al-Qaeda Ibrahim Ahmed Mahmoud al-Qosi. Foto/Al Arabiya
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan akan menawarkan hadiah hingga USD4 juta atau sekitar Rp58 miliar untuk menangkap seorang pemimpin senior al-Qaeda yang mendorong serangan terhadap negara itu.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan memberikan hadiah sebagai imbalan atas informasi tentang lokasi atau identifiaksi lebih lanjut terkait Ibrahim Ahmed Mahmoud al-Qosi.

Al-Qosi adalah bagian dari tim kepemimpinan yang membantu "emir" al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) saat ini.

“Sejak 2015, dia telah muncul di materi perekrutan AQAP dan mendorong serangan tunggal terhadap Amerika Serikat dalam propaganda online. Dia bergabung dengan AQAP pada tahun 2014, tetapi telah aktif di al-Qaeda selama beberapa dekade dan bekerja langsung untuk Osama bin Laden selama bertahun-tahun,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Mengurai Pertemanan Dekat Jamal Khashoggi dengan Osama bin Laden

Menurut pernyataan itu al-Qosi pernah ditangkap di Pakistan pada Desember 2001 sebelum dipindahkan ke Teluk Guantanamo.

Dia mengaku bersalah pada 2010 di hadapan komisi militer untuk berkonspirasi dengan al-Qaeda dan memberikan dukungan material untuk terorisme. Namun, ia dibebaskan dan kembali ke Sudan pada 2012 berdasarkan perjanjian praperadilan.

AS sering menawarkan hadiah sebagai imbalan atas informasi tentang keberadaan teroris yang dapat berkisar dari USD3 juta hingga lebih dari USD10 juta.

Baca juga: Bos Al-Qaeda Diyakini Ngumpet di Perbatasan Afghanistan-Pakistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved