Seluruh Pasukan AS dan NATO Tinggalkan Bagram, Taliban Semringah

Sabtu, 03 Juli 2021 - 11:24 WIB
loading...
A A A
"Keluarnya pasukan asing dari pangkalan Bagram melambangkan bahwa Afghanistan sendirian, ditinggalkan, dan dibiarkan mempertahankan diri dari serangan Taliban," kata pakar Afghanistan yang berbasis di Australia, Nishank Motwani.

"Setelah sampai di rumah, pasukan Amerika dan sekutunya sekarang akan menyaksikan apa yang mereka perjuangkan dengan susah payah untuk dibangun selama 20 tahun terbakar dari jauh dan mengetahui bahwa pria dan wanita Afghanistan yang mereka perjuangkan berisiko kehilangan segalanya," imbuhnya.

Laporan media mengatakan Pentagon mungkin akan mempertahankan sekitar 600 tentara AS di Afghanistan untuk menjaga kompleks diplomatik AS yang luas di Kabul.

Warga Bagram mengatakan keamanan hanya akan memburuk dengan keluarnya pasukan asing.

"Situasinya sudah kacau...ada banyak ketidakamanan dan pemerintah tidak memiliki (cukup) senjata dan peralatan," kata Matiullah, yang memiliki toko alas kaki di bazaar Bagram.

"Sejak mereka mulai penarikan, situasinya semakin buruk. Tidak ada pekerjaan ... tidak ada bisnis," kata Fazal Karim, seorang mekanik sepeda.

Selama bertahun-tahun kota mini itu telah dikunjungi oleh ratusan ribu anggota militer serta kontraktor AS dan NATO.

Pada satu titik kota itu membanggakan kolam renang, bioskop dan spa - dan bahkan jalan kayu yang menampilkan gerai makanan cepat saji seperti Burger King dan Pizza Hut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved