Diminta Hormati LGBT atau Tinggalkan UE, PM Hungaria Sebut Belanda Bermental Penjajah
Sabtu, 03 Juli 2021 - 04:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: AS Beri Kontrak Raytheon Rp29 Triliun Bikin Rudal Jelajah Nuklir
Orban mengeklaim bahwa undang-undang tersebut disalahpahami, dengan menyatakan: “Ini tidak bertentangan dengan homoseksualitas. Ini tentang hak anak-anak dan orangtua.”
Para pemimpin lain telah bergabung dengan kecaman terhadap Orban, tetapi telah berhenti menuntut Hungaria meninggalkan Uni Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan UE dapat menggunakan kekuatan yudisial yang tersedia untuk menghukum Hungaria tetapi mengatakan dia tidak ingin menggunakan Pasal 50, pasal yang mengatur prosedur keluarnya sebuah negara dari keanggotaan UE.
Orban telah lama berselisih dengan UE. Sebelumnya pada tahun 2021, dengan meningkatnya ketegangan, Budapest memilih untuk membawa Komisi Eropa ke pengadilan atas ketentuan yang menghubungkan akses ke dana Eropa dengan menegakkan supremasi hukum.
Orban mengeklaim bahwa undang-undang tersebut disalahpahami, dengan menyatakan: “Ini tidak bertentangan dengan homoseksualitas. Ini tentang hak anak-anak dan orangtua.”
Para pemimpin lain telah bergabung dengan kecaman terhadap Orban, tetapi telah berhenti menuntut Hungaria meninggalkan Uni Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan UE dapat menggunakan kekuatan yudisial yang tersedia untuk menghukum Hungaria tetapi mengatakan dia tidak ingin menggunakan Pasal 50, pasal yang mengatur prosedur keluarnya sebuah negara dari keanggotaan UE.
Orban telah lama berselisih dengan UE. Sebelumnya pada tahun 2021, dengan meningkatnya ketegangan, Budapest memilih untuk membawa Komisi Eropa ke pengadilan atas ketentuan yang menghubungkan akses ke dana Eropa dengan menegakkan supremasi hukum.
(min)
Lihat Juga :