Seluruh Pasukan AS dan NATO Telah Tinggalkan Pangkalan Udara Bagram

Jum'at, 02 Juli 2021 - 15:18 WIB
loading...
Seluruh Pasukan AS dan...
Seluruh pasukan AS dan NATO telah meninggalkan pangkalan udara Bagram Afghanistan. Foto/Ilustrasi
A A A
KABUL - Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan seluruh pasukan Amerika dan NATO telah meninggalkan pangkalan udara terbesar di Afghanistan . Ini menandakan penarikan penuh pasukan asing dari negara itu setelah dua dekade perang sudah dekat.

Pangkalan Udara Bagram berfungsi sebagai kunci utama untuk operasi AS di negara itu, di mana perang panjang melawan Taliban dan sekutunya al-Qaeda dilakukan dengan serangan udara dan misi pasokan dari lapangan terbang.

"Semua pasukan koalisi berada di luar Bagram," kata pejabat tersebut - yang meminta untuk tidak disebutkan namanya - tanpa merinci kapan pasukan asing terakhir meninggalkan pangkalan yang terletak 50 kilometer sebelah utara Kabul seperti dikutip dari SBS, Jumat (2/7/2021).

Dia tidak mengatakan kapan akan secara resmi pangkalan udara itu akan diserahkan kepada pasukan Afghanistan.

Baca juga: Gedung Putih: Pasukan AS akan Hadapi Peningkatan Serangan Jika Tetap di Afghanistan

"Kami masih belum diberitahu tentang penyerahan resmi pangkalan itu kepada pasukan Afghanistan," kata seorang pejabat senior Afghanistan kepada AFP tanpa menyebut nama.

Militer AS dan NATO sedang dalam tahap akhir untuk mengakhiri keterlibatannya di Afghanistan, membawa pulang sejumlah pasukan yang tersisa dengan batas waktu 11 September mendatang.

Taliban telah melancarkan serangan tanpa henti di seluruh Afghanistan dalam dua bulan terakhir, melahap lusinan distrik ketika pasukan keamanan Afghanistan sebagian besar telah mengkonsolidasikan kekuatan mereka di daerah perkotaan utama negara itu.

Baca juga: Pasukan Ditarik, Jenderal AS Takut Perang Saudara Pecah di Afghanistan

Kemampuan pasukan Afghanistan untuk mempertahankan kendali atas lapangan udara Bagram kemungkinan akan terbukti sangat penting untuk menjaga keamanan di Ibu Kota Kabul dan menjaga tekanan pada Taliban.

Selama bertahun-tahun, kota mini telah dikunjungi oleh ratusan ribu anggota militer serta kontraktor AS dan NATO.

Kota ini membanggakan kolam renang, bioskop dan spa - dan bahkan jalan setapak yang menampilkan gerai makanan cepat saji seperti Burger King serta Pizza Hut.

Pangkalan itu juga menjadi tempat penjara yang menampung ribuan tahanan Taliban dan teroris.

Bagram dibangun oleh AS untuk Afghanistan selama Perang Dingin pada 1950-an sebagai benteng melawan Uni Soviet di utara.

Ironisnya, itu menjadi titik pementasan untuk invasi Soviet ke negara tersebut pada tahun 1979, dan Tentara Merah memperluasnya secara signifikan selama hampir satu dekade pendudukan mereka.

Ketika Moskow menarik diri, pangkalan itu menjadi pusat perang saudara yang berkecamuk. Dilaporkan bahwa pada satu titik Taliban menguasai salah satu ujung landasan pacu sepanjang tiga kilometer dan pihak oposisi Aliansi Utara di ujung lainnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bagram telah berada di bawah serangan roket yang diklaim dilakukan oleh ISIS, menimbulkan kekhawatiran bahwa gerilyawan sudah mengincar pangkalan itu untuk melancarkan serangan di masa depan.

Misi non-tempur yang dipimpin NATO bertujuan untuk melatih pasukan Afghanistan guna memastikan keamanan negara mereka setelah kepergian pasukan asing.

Pada Februari 2021, ada sekitar 9.500 tentara asing di Afghanistan, di mana AS merupakan kontingen terbesar dengan jumlah personil mencapai 2.500.

Sejauh ini Jerman dan Italia telah mengkonfirmasi penarikan penuh pasukan mereka.

Baca juga: Setelah Jerman, Italia Turut Rampungkan Penarikan Pasukan dari Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Berita Terkini
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved