Donald Rumsfeld yang Menginvasi Irak Meninggal, Ini Reaksi Rakyat Irak

Jum'at, 02 Juli 2021 - 02:51 WIB
loading...
Donald Rumsfeld yang...
Donald Rumsfeld, mantan menteri pertahanan AS yang jadi arsitek invasi Amerika terhadap Irak 2003, telah meninggal dunia. Foto/REUTERS
A A A
BAGHDAD - Rakyat Irak menanggapi dengan campuran kepahitan dan ketidakpedulian atas kematian Donald Rumsfeld, mantan menteri pertahanan Amerika Serikat (AS) yang jadi arsitek invasi tahun 2003 ke negara Timur Tengah tersebut.

“Saya tidak sedih dengan kematian seorang penjajah,” kata Saad Jabbar, seorang pegawai Kementerian Transportasi Irak, sehari setelah keluarga Rumsfeld mengumumkan kematiannya pada usia 88 tahun.

Baca juga: Eks Menhan AS Arsitek Perang Irak Donald Rumsfeld Meninggal

"AS tidak meninggalkan apa pun kecuali kenangan pendudukan dan kehancuran," katanya.

Mengawasi militer AS untuk sebagian besar masa kepresidenan George W. Bush, Rumsfeld memimpin serangan ke dalam perang yang menghancurkan di Irak dan Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 di New York dan Pentagon.

Invasi AS ke Irak, berdasarkan klaim palsu bahwa Baghdad memiliki senjata pemusnah massal, menyingkirkan diktator Saddam Hussein, dan Washington berjanji akan membawa demokrasi dan kebebasan ke wilayah tersebut.

Pada kenyataannya hal itu memicu kekerasan sektarian selama bertahun-tahun dan menyebabkan munculnya ISIS atau Daesh.

“Saya tidak berpikir sejarah akan memandang baik mereka (Rumsfeld dan Bush) karena bencana yang mereka sebabkan, termasuk terhadap rakyat Irak,” kata seorang pemimpin suku dari provinsi Anbar Irak yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Baca juga: Mantan Menteri Intelijen Iran: Mossad Sudah Menembus Rezim Teheran

Rumsfeld terkenal menolak penjarahan yang meluas setelah pasukan AS merebut Baghdad dengan menyindir;"hal-hal terjadi".

Kegagalan Washington untuk mengerahkan pasukan yang cukup untuk mengamankan negara dan pembongkaran tentara Irak dipandang sebagai kesalahan sentral, yang mengarah ke perang saudara sektarian berdarah.

Antara 2003 hingga 2011, ketika sebagian besar pasukan AS ditarik, lebih dari 100.000 warga sipil tewas. Data itu berasal dari organisasi Iraq Body Count.

“Rumsfeld tidak memberikan apa pun kepada Irak kecuali kehancuran dan janji-janji kosong,” kata Karim Al Tamimi, seorang sopir taksi Baghdad, seperti dikutip Gulf News,Kamis (1/7/2021).

“Dimana demokrasi dan kondisi kehidupan yang lebih baik yang mereka janjikan kepada rakyat Irak? Hidup kami berubah dari buruk menjadi lebih buruk," kesalnya.

Rumsfeld lama membela invasi AS terhadap Irak tahun 2003. Namun dalam memoarnya berjudul "Known and Unknown", dia menyesalkan bahwa Bush tidak menerima pengunduran dirinya setelah gambar-gambar pelecehan muncul pada tahun 2004 di penjara Abu Ghraib di Baghdad di bawah kendali AS.

Bagi ketua Partai Komunis Irak Raed Fahmi, Rumsfeld “mewakili wajah imperialis AS, dalam bentuknya yang paling mengerikan”.

“Rumsfeld adalah salah satu dari mereka yang mendorong Irak menjadi seperti sekarang ini.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved