Swiss Boyong 36 Jet Tempur F-35A dan Rudal Patriot AS

Kamis, 01 Juli 2021 - 11:31 WIB
loading...
Swiss Boyong 36 Jet...
Swiss mengumumkan pembelian 36 jet tempur F-35A dan sistem rudal Patriot dari AS. Foto/Ilustrasi
A A A
BERN - Pemerintah Swiss mengatakan akan membeli 36 jet tempur F-35A dari pabrikan Amerika Lockheed Martin , sebuah keputusan yang menurut para kritikus terlalu mahal untuk Swiss dan membuatnya terlalu bergantung pada Amerika Serikat (AS).

Lockheed Martin mengalahkan pesaing lainnya untuk mendapatkan kontrak tersebut, termasuk jet tempur multinasional Eurofighter yang dibangun oleh Leonardo dari Italia, Rafale dari perusahaan Prancis Dassault, dan Super Hornet dari pabrikan AS Boeing.

Dalam pernyataannya, pemerintah Swiss juga mengungkapkan telah memutuskan untuk membeli sistem rudal permukaan-ke-udara Patriot dari pabrikan AS lainnya, Raytheon, yang mengalahkan persaingan dari Eurosam Prancis.

Baca juga: Jet Tempur F-15 dan F-16 AS Bombardir Milisi Pro-Iran, 5 Tewas

“Sebuah evaluasi telah mengungkapkan bahwa kedua sistem ini menawarkan manfaat keseluruhan tertinggi dengan biaya keseluruhan terendah,” bunyi pernyataan pemerintah Swiss.

“Dewan Federal yakin bahwa kedua sistem ini adalah yang paling cocok untuk melindungi penduduk Swiss dari ancaman udara di masa depan,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (1/7/2021).

Dalam pernyataannya, pemerintah Swiss menambahkan bahwa armada 36 jet tempur F-35A akan cukup untuk menutupi negara pegunungan yang netral itu secara internasional selama situasi ketegangan yang berkepanjangan.

Baca juga: AS Tarik 8 Sistem Rudal Patriot dari 4 Negara Arab, Termasuk Arab Saudi

Dana sebesar USD6,5 miliar telah ditetapkan untuk pembelian jet, jumlah yang didukung oleh publik dalam pemungutan suara tahun lalu.

Namun, upaya pemerintah konservatif untuk mendapatkan jet tempur baru itu telah menuai kritik dari partai-partai oposisi, partai kiri tengah Sosial Demokrat (SP), partai sayap kiri Partai Hijau, serta organisasi kampanye Group for a Switzerland Without an Army.

Kelompok-kelompok tersebut telah mendukung referendum publik mengenai kesepakatan Lockheed Martin, mengklaim bahwa jet tersebut terlalu mahal, secara teknis tidak sehat dan dapat dipantau oleh intelijen AS, sehingga mengancam sikap netral yang menjadi kebijakan luar negeri Swiss.

“Jet Amerika terlalu mahal,” kata anggota SP Priska Seiler Graf menanggapi keputusan pemerintah, mencatat bahwa biaya pemeliharaan dari waktu ke waktu juga akan tinggi.

"Kita harus mencari solusi Eropa...kita tidak ingin bergantung pada Amerika Serikat," tambahnya.

Baca juga: AS Jual 12 Jet Tempur F-16 dan Banyak Rudal Rp41,8 Triliun ke Filipina

Referendum tentang rencana pembelian jet tempur F-35A bukanlah jajak pendapat nasional pertama di Swiss. Pada tahun 2014, publik memilih untuk menolak membeli jet Gripen dari pabrikan Swedia Saab.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved