Presiden Mesir Tekankan Pentingnya Cegah Eskalasi Ketegangan Israel-Palestina

Rabu, 30 Juni 2021 - 00:34 WIB
loading...
Presiden Mesir Tekankan Pentingnya Cegah Eskalasi Ketegangan Israel-Palestina
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Foto/REUTERS
A A A
KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan dukungan Mesir untuk semua upaya mencapai solusi yang adil dan abadi antara Palestina dan Israel demi mencapai perdamaian yang komprehensif di Timur Tengah.

Dalam panggilan telepon ke Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett, El-Sisi menekankan pentingnya mencegah eskalasi ketegangan antara Palestina dan Israel, serta pentingnya mendukung upaya Mesir membangun kembali wilayah Palestina.

Ini merupakan percakapan telepon pertama antara Sisi dan Bennett.

Baca juga: Mengenal Fahd bin Turki Al Saud, Pangeran Saudi yang Coba Kudeta Raja Salman

Juru bicara kepresidenan Mesir Bassam Rady mengatakan perkembangan hubungan bilateral juga dibahas selama panggilan tersebut.

Baca juga: Kisah Gadis Palestina Disiksa 33 Hari di Penjara Israel

Bennett menyatakan penghargaannya atas upaya yang dilakukan Mesir untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan dan menengahi perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Baca juga: Iran Tolak Berikan Gambar-gambar Bagian Dalam Fasilitas Nuklir pada IAEA

Dia juga memuji sponsor negosiasi pertukaran tahanan dan hasil yang dicapai sejak kedua negara menandatangani perjanjian damai dalam naungan Amerika Serikat.

Setelah pertemuan keamanan pertamanya baru-baru ini, Bennett mengatakan dia tidak akan menerima kekerasan dan tembakan roket dari Jalur Gaza serta pemerintahannya tidak akan mentolerir organisasi teroris, menekankan bahwa “kesabaran Tel Aviv telah habis.”

Mengenai Hamas terkait sisa-sisa tentara dan warga Israel yang hilang dalam tujuh tahun terakhir, dia berkata, “Kami akan melakukan segala daya kami untuk membawa mereka pulang.”

Mesir telah bekerja keras untuk menghentikan eskalasi ketegangan Israel-Palestina menyusul konflik yang meletus pada 10 Mei dan berlangsung selama 11 hari, di tengah kemarahan Palestina atas penggerebekan polisi Israel di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem dan rencana mengusir warga Palestina dari Lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem.
(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2270 seconds (11.252#12.26)