Menlu Retno: Alih-alih Bersatu, Banyak Negara Bangun 'Tembok' Pemisah
Selasa, 29 Juni 2021 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
"Saya berikan contoh mengenai vaksin. Banyak negara mengatakan bahwa vaksin merupakan barang publik global, maka yang diperlukan adalah meningkatkan komitmen multilateral," ucapnya. Baca juga: Sekjen Kemnaker Wakili Menaker dalam Dalam Forum G20-LEMM di Italia
Menurutnya, komitmen multilateral yang perlu ditingkatkan antara lain adalah untuk tiga hal, yaitu melakukan dosis sharing lebih banyak lagi melalui COVAX, mendukung TRIPS waiver melalui WTO dan menyediakan pendanaan untuk menutup kekurangan dana ACT-A.
"Hal kedua yang saya sampaikan adalah pentingnya menjadikan kemitraan global sebagai kenyataan. Caranya? Yaitu dengan menghormati komitmen yang membuahkan hasil konkrit. G20 diharapkan dapat menjadi pemersatu dalam memajukan masa depan yang inklusif, hijau dan lestari," tuturnya.
Dia menyebut, satu hal yang harus dihindari adalah pendekatan “one size fits all”, tetap memberikan “policy space” untuk menyesuaikan dengan kondisi domestik tiap negara dan menyediakan bantuan bagi yang memerlukannya.
"Hal ketiga yang saya sampaikan adalah bahwa G20 harus dapat melakukan revitalisasi institusi multilateral sehingga lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan, lebih memperhatikan proses pengambilan keputusan yang adil sehingga menjadi lebih relevan dengan perkembangan dunia yang sangat cepat," tukasnya.
Menurutnya, komitmen multilateral yang perlu ditingkatkan antara lain adalah untuk tiga hal, yaitu melakukan dosis sharing lebih banyak lagi melalui COVAX, mendukung TRIPS waiver melalui WTO dan menyediakan pendanaan untuk menutup kekurangan dana ACT-A.
"Hal kedua yang saya sampaikan adalah pentingnya menjadikan kemitraan global sebagai kenyataan. Caranya? Yaitu dengan menghormati komitmen yang membuahkan hasil konkrit. G20 diharapkan dapat menjadi pemersatu dalam memajukan masa depan yang inklusif, hijau dan lestari," tuturnya.
Dia menyebut, satu hal yang harus dihindari adalah pendekatan “one size fits all”, tetap memberikan “policy space” untuk menyesuaikan dengan kondisi domestik tiap negara dan menyediakan bantuan bagi yang memerlukannya.
"Hal ketiga yang saya sampaikan adalah bahwa G20 harus dapat melakukan revitalisasi institusi multilateral sehingga lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan, lebih memperhatikan proses pengambilan keputusan yang adil sehingga menjadi lebih relevan dengan perkembangan dunia yang sangat cepat," tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :