Pertunjukan Spektakuler Sambut Ulang Tahun ke-100 Partai Komunis China

Sabtu, 26 Juni 2021 - 12:04 WIB
loading...
Pertunjukan Spektakuler...
Pertunjukan cahaya spektakuler di Shanghai, China, untuk menyambut perayaan ulang tahun ke-100 Partai Komunis China. Foto/VCG via Global Times
A A A
BEIJING - Partai Komunis China (PKC) akan berulang tahun ke-100 pada 1 Juli mendatang. Menjelang perayaan, pertunjukan cahaya yang spektakuler, berbagai show, dan wisata merah mulai berlangsung dan telah membantu menumbuhkan suasana perayaan di seluruh China.

Di tengah suasana perayaan, Kantor Informasi Dewan Negara China pada hari Jumat mengeluarkan buku putih berjudul "Sistem Partai Politik China: Kerjasama dan Konsultasi". Buku putih itu menguraikan karakteristik dan kekuatan khas dari sistem partai politik negara tersebut.

Baca juga: Cepatnya Kebangkitan Militer China Membuat NATO Terkejut

Para ahli mengatakan antusiasme publik untuk ulang tahun PKC dan rilis buku putih menyoroti keuntungan dari jalan PKC dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan tata kelola.

Buku putih tersebut menyatakan bahwa sistem tersebut merupakan produk dari kombinasi teori partai politik Marxis dan realitas China, yang mampu mewujudkan universalitas representasi kepentingan dan menjamin efektivitas pemerintahan nasional.

Juga, pada hari Jumat, pemerintah kota Beijing mengumumkan akan mengambil tindakan pengendalian lalu lintas berdasarkan waktu dan segmen untuk pertunjukan varietas besar di Stadion Nasional Beijing yang dikenal sebagai Sarang Burung, pada 29 Juni nanti.

Sebagai latihan dan pemanasan untuk pertunjukan bertajuk "Perjalanan Hebat" yang akan dilakukan sebelum 1 Juli, dua acara diadakan di Beijing pada hari Selasa dan Jumat. Dari pukul 20.00 hingga 22.00 malam pada hari Selasa, Sarang Burung mengadakan empat pertunjukan kembang api, yang pertama menampilkan karakter "100" untuk menandai seratus tahun berdirinya PKC. Kembang api menerangi langit malam dan menarik sorakan dari puluhan ribu penonton.

Lapangan Tiananmen di Ibu Kota China juga akan melihat latihan kedua dari acara perayaan besar pada hari Sabtu, setelah yang pertama, dengan lebih dari 14.000 peserta, diadakan pada 12 Juni. Latihan komprehensif pertama mencakup empat bagian: pemanasan, acara perayaan, entri dan keluar, dan tanggap darurat.

Di Chang'an Avenue, tepat di utara Lapangan Tiananmen, 10 kelompok petak bunga telah dibuka, menceritakan kisah perkembangan 100 tahun PKC.

Baca juga: Bank Salah Transfer Rp19 Miliar, Pria Ini Jadi Miliarder dalam Semalam

Saat 1 Juli mulai dekat, kota-kota besar China lainnya, termasuk Shanghai, Tianjin, Wuhan dan Chongqing, juga menerangi langit dengan pertunjukan cahaya untuk merayakan peringatan 100 tahun berdirinya PKC, sesuai gambar yang beredar di media sosial.

Tanggal tersebut juga menandai peringatan 24 tahun kembalinya Hong Kong ke tanah air China.

Di Hong Kong, bus dan trem dengan lukisan bertema PKC terlihat di jalanan. Media Hong Kong baru-baru ini melaporkan bahwa pertunjukan tari besar akan dipentaskan pada 29 Juni dan satu set perangko peringatan akan dikeluarkan pada 1 Juli.

Statistik dari platform pariwisata utama menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2021, jumlah pengunjung ke "tempat indah merah" meningkat 208 persen tahun-ke-tahun. Pada tahun 2020, jumlah perjalanan wisata merah di China melebihi 100 juta.

Seorang warga yang berbasis di Beijing bermarga Yin yang telah mengambil foto dan berbagi video pertunjukan kembang api, mengatakan kepada Global Times pada hari Jumat bahwa perayaan tahun ini adalah yang terbesar yang pernah dia lihat. "Yang tidak terbayangkan bagi orang-orang yang hidup seabad yang lalu," katanya.

"Karena perubahan dan kemajuan yang drastis, 100 tahun yang lalu tampak begitu aneh dan jauh untuk sebuah negara dengan sejarah 5.000 tahun," ujar Yin sembari menghela nafas.

PKC, yang didirikan dalam periode semi-kolonial yang miskin dan lemah di China, telah menciptakan jalur perkembangan yang unik selama 100 tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Partai, China menghapus kemiskinan pada akhir tahun 2020, dan juga mencapai impian ruang angkasanya selangkah demi selangkah.

Pada konferensi pers peluncuran buku putih hari Jumat, Wakil Menteri Komite Sentral PKC Departemen Persatuan Front Kerja Xu Yousheng mengatakan bahwa pencapaian China membuktikan bahwa sistem partai politik China adalah "kucing terbaik untuk menangkap tikus", menggemakan kutipan dari mendiang pemimpin Deng Xiaoping: "Tidak peduli kucing itu hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus."

Sambil menyebutkan sistem kepartaian China sebagai "kontribusi besar peradaban politik umat manusia", Xu juga menekankan bahwa sistem kepartaian dunia beragam, dan tidak ada dan tidak bisa menjadi model universal.

Song Luzheng, seorang peneliti di Institut China Universitas Fudan di Shanghai, mengatakan kepada Global Times pada hari Jumat bahwa keberhasilan PKC berakar pada ribuan tahun sejarah dan budaya China.

"Sebuah negara yang besar dan berpenduduk membutuhkan pemerintah pusat yang kuat... Doktrin sipil, alasan praktis dan masyarakat sekuler di negeri ini semuanya berpadu sempurna dengan ideologi modern—Marxisme," kata Song.

Para analis mengatakan bahwa jika orang-orang China yang lahir sekitar tahun 1949 memiliki ketertarikan alami terhadap PKC, generasi muda saat ini dengan perspektif internasional mengakui Partai melalui kemampuannya untuk memerintah dan niat awal "memerintah untuk rakyat".

"Berbeda dari beberapa negara Barat dengan tradisi misionaris yang menjajakan 'sistem demokrasi' mereka, China dengan tegas mengikuti jalan yang sesuai dengan kondisi nasionalnya sambil menyerap esensi budaya yang berbeda," kata Song, yang mencatat bahwa China juga menghormati dan mendukung negara lain dalam memilih jalan negara yang sesuai dengan kondisi nasional mereka, daripada mendukung dan menyalin secara membabi buta.

"China tidak akan terlibat dalam apa yang disebut ekspor sistem politik seperti Barat," kata Song, seraya mencatat bahwa fitnah yang menargetkan PKC dari Barat pada dasarnya disebabkan oleh faktor geopolitik.

"Saya kira pelajaran dari keberhasilan PKC bagi negara lain adalah memilih jalan kondisi nasionalnya sendiri. Ini bukan retorika diplomatik kosong," kata pakar tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved