Ini yang Dibutuhkan China Jika Ingin Invasi Taiwan
Sabtu, 26 Juni 2021 - 02:31 WIB
loading...
Pentagon menyebut China tidak akan menyerang Taiwan dalam waktu dekat. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
BEIJING - Pentagon mengatakan China tidak akan menyerang Taiwan dalam waktu dekat, tetapi masih meningkatkan upayanya untuk membangun kekuatan udara, darat, dan laut yang diperlukan untuk merebut pulau itu jika berubah pikiran. Hal itu diungkapkan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, di depan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu lalu.
Menurut Milley, kepemimpinan China ingin siap merebut Taiwan pada 2027, bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Milley mengatakan dia pikir ancaman terhadap Taiwan terwujud selama dekade ini, bahkan dalam 6 tahun ke depan.
Terlepas dari penumpukan, bagaimanapun, Milley mengatakan dia tidak melihat indikasi China bermaksud untuk merebut Taiwan dalam waktu dekat. Invasi semacam itu akan membutuhkan persiapan yang ekstensif, dan Milley mengatakan tidak ada indikasi China bersiap untuk bergerak dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.
Baca juga: Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi 'Bersiaplah untuk Perang'
Dorongan ekonomi China dari salah satu negara termiskin di dunia menjadi salah satu yang terkaya telah mendukung, hingga saat ini, peningkatan tahunan dua digit dalam anggaran pertahanan negara itu. Anggaran masih melihat peningkatan yang sehat sekitar 6 persen per tahun.
Dikutip dari Popular Mechanics, Sabtu (26/6/2021), China telah melakukan serangkaian reformasi dramatis selama dua dekade terakhir yang dirancang untuk mengubahnya dari kekuatan berteknologi rendah menjadi kekuatan yang setara dengan angkatan bersenjata Barat. China telah mereorganisasi angkatan bersenjatanya, memangkas jumlah Angkatan Daratnya, dan meningkatkan anggaran Angkatan Laut serta Angkatan Udaranya. Selama ini, penekanan China adalah pada kekuatan yang mampu memproyeksikan kekuatan militer di luar negeri.
Menurut Milley, kepemimpinan China ingin siap merebut Taiwan pada 2027, bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Milley mengatakan dia pikir ancaman terhadap Taiwan terwujud selama dekade ini, bahkan dalam 6 tahun ke depan.
Terlepas dari penumpukan, bagaimanapun, Milley mengatakan dia tidak melihat indikasi China bermaksud untuk merebut Taiwan dalam waktu dekat. Invasi semacam itu akan membutuhkan persiapan yang ekstensif, dan Milley mengatakan tidak ada indikasi China bersiap untuk bergerak dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.
Baca juga: Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi 'Bersiaplah untuk Perang'
Dorongan ekonomi China dari salah satu negara termiskin di dunia menjadi salah satu yang terkaya telah mendukung, hingga saat ini, peningkatan tahunan dua digit dalam anggaran pertahanan negara itu. Anggaran masih melihat peningkatan yang sehat sekitar 6 persen per tahun.
Dikutip dari Popular Mechanics, Sabtu (26/6/2021), China telah melakukan serangkaian reformasi dramatis selama dua dekade terakhir yang dirancang untuk mengubahnya dari kekuatan berteknologi rendah menjadi kekuatan yang setara dengan angkatan bersenjata Barat. China telah mereorganisasi angkatan bersenjatanya, memangkas jumlah Angkatan Daratnya, dan meningkatkan anggaran Angkatan Laut serta Angkatan Udaranya. Selama ini, penekanan China adalah pada kekuatan yang mampu memproyeksikan kekuatan militer di luar negeri.
Lihat Juga :