Massa Sayap Kanan Israel ke Warga Palestina: 'Malam Ini Kami Bukan Yahudi, Kami Nazi'

Jum'at, 25 Juni 2021 - 07:57 WIB
loading...
A A A
Kelompok hak asasi manusia (HAM) itu memverifikasi 45 video dan media digital lainnya untuk mendokumentasikan lebih dari 20 kasus pelanggaran polisi Israel antara 9 Mei dan 12 Juni. Ratusan warga Palestina terluka dalam tindakan keras itu dan seorang anak laki-laki berusia 17 tahun ditembak mati.

Menyoroti kebrutalan polisi yang sistematis, temuan ini sama memberatkannya dengan kekhawatiran yang mendalam. Tindakan polisi Israel tidak hanya represif, tetapi juga diskriminatif, menargetkan warga Palestina secara tidak proporsional.

Laporan Amnesty International menemukan bahwa pejabat Israel gagal melindungi warga Palestina di Israel dari serangan terencana oleh kelompok supremasi Yahudi bersenjata, bahkan ketika rencana tersebut dipublikasikan sebelumnya dan polisi mengetahui atau seharusnya mengetahuinya.

Pada 10 Juni, polisi Israel telah menangkap lebih dari 2.150 orang. Lebih dari 90 persen adalah warga Palestina Israel atau penduduk Yerusalem Timur. Laporan tersebut menemukan bahwa sebagian besar warga Palestina ditahan karena pelanggaran seperti "menghina atau menyerang seorang petugas polisi" atau "mengambil bagian dalam pertemuan ilegal" daripada karena serangan kekerasan terhadap orang atau properti.

Selain tindakan keras brutal, polisi Israel juga gagal melindungi warga Palestina dari supremasi Yahudi yang telah mengorganisir serangan dan mempublikasikan rencana mereka sebelumnya.

Baca juga: Tragedi Gedung Runtuh AS, 99 Orang Hilang: 'Seperti Ada Bom Meledak'

Amnesty memverifikasi 29 pesan teks dan audio di saluran Telegram terbuka dan WhatsApp mengungkapkan bagaimana aplikasi tersebut digunakan untuk merekrut orang-orang bersenjata dan mengatur serangan terhadap warga Palestina di kota-kota seperti Haifa, Acre, Nazareth dan Lod antara 10 dan 21 Mei.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved