Viral, Video Pria Tua Muslim di India Dipukuli dan Dipotong Janggutnya
Jum'at, 18 Juni 2021 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Kontroversi muncul ketika pemerintah federal India telah bersitegang dengan Twitter atas ketidakpatuhan perusahaan itu terhadap aturan federal tertentu, meningkatkan kekhawatiran bahwa platform tersebut mungkin tidak lagi menikmati perlindungan terhadap konten yang dibuat pengguna.
Dalam pemberitahuan hari Kamis kemarin, polisi Ghaziabad menulis kepada kepala Twitter India, Manish Maheshwari, untuk menghadap dalam waktu tujuh hari sejak diterimanya panggilan tersebut.
“Beberapa orang menggunakan akun Twitter mereka untuk menyebarkan kebencian dan permusuhan di masyarakat dan Twitter tidak menyadarinya,” bunyi surat pemberitahuan tersebut, yang dilihat oleh Reuters, Jumat (18/6/2021).
Baca juga: Pasangan Ini Berhubungan Seks di Hotel Lupa Tutup Gorden, Jadi Tontonan Orang-orang
“Tulisan dan karya yang mempromosikan permusuhan dan memengaruhi keharmonisan antara komunitas yang berbeda di negara dan negara didorong dan pesan anti-masyarakat semacam itu dibiarkan menjadi viral.”
Dalam pemberitahuan hari Kamis kemarin, polisi Ghaziabad menulis kepada kepala Twitter India, Manish Maheshwari, untuk menghadap dalam waktu tujuh hari sejak diterimanya panggilan tersebut.
“Beberapa orang menggunakan akun Twitter mereka untuk menyebarkan kebencian dan permusuhan di masyarakat dan Twitter tidak menyadarinya,” bunyi surat pemberitahuan tersebut, yang dilihat oleh Reuters, Jumat (18/6/2021).
Baca juga: Pasangan Ini Berhubungan Seks di Hotel Lupa Tutup Gorden, Jadi Tontonan Orang-orang
“Tulisan dan karya yang mempromosikan permusuhan dan memengaruhi keharmonisan antara komunitas yang berbeda di negara dan negara didorong dan pesan anti-masyarakat semacam itu dibiarkan menjadi viral.”
Lihat Juga :