Redam Aksi Perlawanan, Pasukan Junta Myanmar Pakai Taktik Bumi Hangus

Rabu, 16 Juni 2021 - 23:36 WIB
loading...
Redam Aksi Perlawanan,...
Pasukan junta Myanmar membakar sebuah desa sebagai upaya untuk meredam perlawanan anti pemerintah. Foto/AP
A A A
YANGON - Pasukan junta Myanmar telah membakar sebagian besar desa di jantung pusat negara itu. Hal itu diungkapkan oleh seorang penduduk pada Rabu (16/6/2021), membenarkan laporan media independen dan kabar yang beredar di jejaring sosial.

Aksi tersebut tampaknya merupakan upaya untuk menekan perlawanan terhadap junta militer yang berkuasa.

Serangan itu adalah contoh terbaru tentang bagaimana kekerasan telah menjadi endemik di sebagian besar Myanmar dalam beberapa bulan terakhir ketika junta mencoba untuk menundukkan pemberontakan nasional yang baru dimulai. Setelah tentara merebut kekuasaan pada bulan Februari , menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi , sebuah gerakan pembangkangan sipil tanpa kekerasan muncul untuk menantang kekuasaan militer, tetapi upaya junta untuk menindasnya dengan kekuatan mematikan malah memicu perlawanan.

Foto dan video desa Kinma yang hancur di wilayah Magway yang beredar luas di media sosial pada hari Rabu menunjukkan sebagian besar desa diratakan oleh api dan tubuh hewan ternak yang hangus. Seorang penduduk desa yang dihubungi melalui telepon mengatakan hanya 10 dari 237 rumah yang masih berdiri.

Penduduk desa, yang meminta namanya tidak disebutkan karena takut akan pembalasan pemerintah, mengatakan sebagian besar penduduk sudah melarikan diri ketika tentara yang menembakkan senjata memasuki desa sesaat sebelum tengah hari pada hari Selasa.

Baca juga: Kelompok Milisi Myanmar Hentikan Serangan Terhadap Pasukan Pemerintah

Dia mengatakan dia yakin pasukan sedang mencari anggota pasukan pertahanan desa yang telah dibentuk untuk melindungi dari pasukan junta dan polisi. Sebagian besar pasukan lokal seperti itu dipersenjatai dengan dengan senapan berburu buatan sendiri.

Sebelumnya, pasukan pertahanan desa telah memberi peringatan terlebih dahulu kepada penduduk tentang kedatangan pasukan, sehingga hanya empat atau lima orang yang tersisa di desa ketika mereka mulai menggeledah rumah penduduk pada sore hari. Ketika mereka tidak menemukan apa-apa, mereka mulai membakar rumah.

“Ada beberapa hutan di dekat desa kami. Sebagian besar dari kami melarikan diri ke hutan,” katanya seperti dikutip dari AP.

Penduduk desa mengatakan dia yakin ada tiga korban, seorang anak laki-laki penggembala kambing yang tertembak di paha, dan pasangan lansira yang tidak dapat melarikan diri. Dia yakin pasangan itu telah meninggal tetapi beberapa laporan media mengatakan mereka hilang.

Ditanya apakah dia berencana untuk kembali ke desa, dia berkata: “Tidak, kami tidak berani. Kami pikir ini belum berakhir. Kami akan pindah ke desa lain. Bahkan jika kami kembali ke desa kami, tidak ada tempat tinggal karena semuanya terbakar.”

Baca juga: Junta Myanmar Buka Kasus Korupsi Baru yang Libatkan Aung San Suu Kyi

Pasukan pertahanan desa berkomitmen untuk membentuk tentara oposisi federal di masa depan, dan beberapa telah bersekutu dengan kelompok etnis minoritas di daerah perbatasan yang telah berjuang selama beberapa dekade untuk mendapatkan otonomi dari pemerintah pusat.

Sebagian besar pertempuran paling sengit terjadi di daerah perbatasan, di mana pasukan pemerintah ditempatkan di daerah-daerah yang dikuasai oleh kelompok etnis seperti Chin di barat, Kachin di utara, dan Karenni di timur.

Insiden di Kinma menarik perhatian khusus karena Burman, atau kelompok etnis Barmar, mayoritas pemegang kekuasaan negara itu, dominan di wilayah Magway dan tidak biasa bagi mereka untuk menjadi sasaran tindakan parah seperti itu.

Tentara membakar banyak desa minoritas Muslim Rohingya pada tahun 2017 dalam kampanye kontra-pemberontakan brutal di negara bagian barat Rakhine yang mendorong lebih dari 700.000 orang melarikan diri untuk mencari keselamatan melintasi perbatasan di Bangladesh.

Ada prasangka luas terhadap Rohingya dan sedikit orang di Myanmar yang memprotes perlakuan tentara terhadap mereka, meskipun pengadilan internasional sekarang mempertimbangkan apakah tindakan itu merupakan aksi genosida. Beberapa orang berkomentar Rabu di media sosial mengatakan pembakaran Kinma membuat klaim penganiayaan Rohingya lebih kredibel.

Baca juga: Viral, Demonstran Anti-Junta Myanmar Ramai-ramai Dukung Muslim Rohingya
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved