Beijing pada NATO: Berhenti Membesar-besarkan Ancaman China

Selasa, 15 Juni 2021 - 18:32 WIB
loading...
Beijing pada NATO: Berhenti...
Pasukan militer China menampilkan kekuatannya saat parade di Beijing, China. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menuduh NATO memfitnah perkembangan damainya setelah para pemimpin aliansi itu memperingatkan tentang "tantangan sistemik" yang datang dari Beijing.

Menurut NATO, tindakan China, termasuk memperluas persenjataan nuklirnya, mengancam "tatanan internasional berbasis aturan".

Ini adalah pertama kalinya NATO menempatkan China di pusat agendanya.

Baca juga: NATO Semakin Ketakutan Menghadapi Kebangkitan China

Dalam tanggapannya, China mengatakan kebijakan pertahanannya "bersifat defensif". “NATO perlu mencurahkan lebih banyak energinya untuk mempromosikan dialog," papar pernyataan pemerintah China.

Baca juga: Biden: Putin Cerdas, Tangguh dan Musuh yang Layak!

"Pengejaran modernisasi pertahanan dan militer kami dapat dibenarkan, masuk akal, terbuka dan transparan," ungkap misi diplomatik China untuk Uni Eropa (UE).

Baca juga: Kuota Cuma 60.000 Jamaah, Lebih 450.000 Orang di Arab Saudi Sudah Daftar Haji

China menambahkan, “NATO harus melihat perkembangan China dalam cara yang rasional dan berhenti menganggap kepentingan dan hak sah China sebagai alasan untuk memanipulasi politik blok, menciptakan konfrontasi dan memicu persaingan geopolitik."

Pernyataan NATO datang pada akhir konferensi tingkat tinggi (KTT) satu hari di Brussels pada Senin.

Ini menandai pertemuan NATO pertama Joe Biden sebagai presiden AS.

Aliansi politik dan militer yang kuat antara 30 negara Eropa dan Amerika Utara melihat Rusia sebagai ancaman utama.

Biden dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa pada Rabu.

Menurut komunike KTT (pernyataan penutup) NATO, "Ambisi yang dinyatakan dan perilaku tegas China menghadirkan tantangan sistemik terhadap tatanan internasional berbasis aturan dan ke bidang yang relevan dengan keamanan Aliansi."

"Kami tetap prihatin dengan kurangnya transparansi dan penggunaan disinformasi di China yang sering terjadi," papar pernyataan NATO.

Kepala NATO Jens Stoltenberg mengatakan, "Kami tidak memasuki Perang Dingin baru dan China bukan musuh kami, bukan musuh kami."

Namun, dia menambahkan, "Kita perlu mengatasi bersama, sebagai aliansi, tantangan yang ditimbulkan oleh kebangkitan China terhadap keamanan kita."

China adalah salah satu kekuatan militer dan ekonomi terkemuka di dunia, yang Partai Komunisnya yang berkuasa memiliki cengkeraman yang kuat dalam politik, kehidupan sehari-hari, dan sebagian besar masyarakat.

Militer China saat ini memiliki angkatan bersenjata terbesar di dunia, dengan lebih dari dua juta personel bertugas aktif.

NATO menjadi semakin khawatir tentang kemampuan militer China yang berkembang, yang dilihatnya sebagai ancaman terhadap keamanan dan nilai-nilai demokrasi anggotanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, NATO semakin waspada terhadap aktivitas China di Afrika, di mana Beijing telah mendirikan pangkalan militer.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, "Ketika datang ke China, saya tidak berpikir siapa pun di sekitar meja ingin turun ke Perang Dingin baru dengan China."

Pesan keras NATO di China menyusul kritik terhadap negara itu oleh G7, sekelompok ekonomi utama yang bertemu untuk pertemuan puncak di Inggris pekan lalu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved