Ngeri Bila Israel Gunakan Senjata Nuklir, Qatar Desak IAEA Inspeksi Reaktor Zionis
Senin, 14 Juni 2021 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar, utusan Qatar itu menekankan pentingnya Israel bekerja sama dengan IAEA dalam kemampuan nuklirnya dan membuka reaktor atomnya kepada para inspektur.
Komentar Mansouri datang sebagai reaksi terhadap klaim yang dibuat terhadap Qatar oleh perwakilan Israel pada pertemuan IAEA.
Baca juga: Israel Bingung Sistem Rudalnya Gagal Cegat Rudal Israel di Dekat Situs Nuklir
Mansouri memperingatkan utusan Israel untuk berhenti memberikan pidato hasutan dan sengaja melenyapkan fakta, dan tidak menghindari mengungkapkan kebenaran tentang kemampuan nuklir Israel.
Selama konflik 11 hari, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menembakkan sekitar 4.300 roket ke Israel, dengan sebagian besar dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome. Sedangkan Pasukan Pertahanan Israel melakukan serangan udara terhadap permukiman Jalur Gaza dan bangunan tempat tinggal di dalamnya, yang diklaim digunakan oleh operasi Hamas.
Dari pihak Palestina, serangan udara Zionis menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk 67 anak-anak, dan melukai beberapa ribu orang. Sedangkan serangan roket dari Gaza menewaskan 13 warga Israel, dua di antaranya adalah anak-anak, dan melukai hampir 200 lainnya.
“Agresi Israel baru-baru ini di Gaza, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap warga sipil dan penghancuran infrastruktur sipil, membuat marah opini publik dunia,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Komentar Mansouri datang sebagai reaksi terhadap klaim yang dibuat terhadap Qatar oleh perwakilan Israel pada pertemuan IAEA.
Baca juga: Israel Bingung Sistem Rudalnya Gagal Cegat Rudal Israel di Dekat Situs Nuklir
Mansouri memperingatkan utusan Israel untuk berhenti memberikan pidato hasutan dan sengaja melenyapkan fakta, dan tidak menghindari mengungkapkan kebenaran tentang kemampuan nuklir Israel.
Selama konflik 11 hari, kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menembakkan sekitar 4.300 roket ke Israel, dengan sebagian besar dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome. Sedangkan Pasukan Pertahanan Israel melakukan serangan udara terhadap permukiman Jalur Gaza dan bangunan tempat tinggal di dalamnya, yang diklaim digunakan oleh operasi Hamas.
Dari pihak Palestina, serangan udara Zionis menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk 67 anak-anak, dan melukai beberapa ribu orang. Sedangkan serangan roket dari Gaza menewaskan 13 warga Israel, dua di antaranya adalah anak-anak, dan melukai hampir 200 lainnya.
“Agresi Israel baru-baru ini di Gaza, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap warga sipil dan penghancuran infrastruktur sipil, membuat marah opini publik dunia,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Lihat Juga :